Berita, Nasional

Pangi Syarwi Chaniago Sebut Kunjungan Gibran ke Papua Tengah Hanya Seremonial dan Sarat Pencitraan

Repelita.id

25 April 2026 21:33 WIB

Pangi Syarwi Chaniago Sebut Kunjungan Gibran ke Papua Tengah Hanya Seremonial dan Sarat Pencitraan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai kritik masyarakat Papua Tengah terhadap kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 hingga 22 April 2026 sangat wajar dan beralasan.

Menurutnya kunjungan tersebut lebih banyak menampilkan kegiatan seremonial seperti pembagian buku yang sarat muatan pencitraan daripada membahas isu-isu substansial yang dibutuhkan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

Pangi menyatakan bahwa masyarakat Papua melihat kunjungan Gibran hanya menghabiskan anggaran negara untuk kegiatan yang tidak memberikan dampak nyata bagi penyelesaian masalah di wilayah tersebut.

Ia menambahkan bahwa uang negara yang dikeluarkan untuk perjalanan jauh ke Papua hanya demi kegiatan bagi-bagi buku dianggap tidak sebanding dengan harapan masyarakat akan solusi konkret.

Pangi juga menghubungkan pola kunjungan Gibran dengan gaya politik Presiden Joko Widodo yang selama sepuluh tahun berkuasa sering melakukan kunjungan serupa ke Papua namun hasilnya dinilai minim dalam mengatasi persoalan krusial di Bumi Cenderawasih.

Menurut Pangi masyarakat Papua tidak ingin terus dijadikan sebagai komoditas politik elektoral semata oleh elite Jakarta sementara masalah mendasar seperti konflik dan pembangunan tidak kunjung terselesaikan.

Anggota DPR Papua Tengah Nancy Raweyai sebelumnya juga menyampaikan kritik serupa terhadap kunjungan Gibran.

Ia mempertanyakan arah kebijakan nyata yang dihasilkan dari kunjungan tersebut terutama dalam penyelesaian konflik dan peningkatan kesejahteraan di Papua Tengah sebagai provinsi otonomi baru.

Nancy berharap kunjungan pejabat tinggi tidak sekadar bersifat seremonial melainkan membawa langkah strategis yang benar-benar menyentuh persoalan mendasar masyarakat Papua.

Pangi menegaskan bahwa kritik publik di Papua Tengah muncul karena masyarakat ingin kunjungan pejabat negara memberikan manfaat konkret bukan hanya untuk kepentingan pencitraan politik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung