Berita, Nasional

Pangi Syarwi Chaniago Soroti Manuver Politik Pasca-Kuasa Jokowi dan Ambisi Dinasti Kekuasaan Keluarga

Repelita.id

13 May 2026 16:21 WIB

Pangi Syarwi Chaniago Soroti Manuver Politik Pasca-Kuasa Jokowi dan Ambisi Dinasti Kekuasaan Keluarga
Foto: Istimewa

Repelita Solo - Wacana kembalinya mantan Presiden Joko Widodo ke panggung politik nasional dengan rencana berkeliling wilayah Indonesia guna menghimpun masukan dari masyarakat sipil kini menuai beragam kritik spekulatif dari pengamat moneter.

Langkah yang diklaim telah dipersiapkan matang oleh organisasi relawan Projo tersebut memicu tanda tanya besar di ruang publik terkait konsistensi komitmen masa pensiun sang tokoh yang awalnya memilih kembali ke kampung halaman.

ADVERTISEMENT

Direktur Eksekutif Foxpol Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai manuver tersebut sarat akan misi terselubung untuk memperkuat posisi tawar dinasti politik keluarga di dalam struktur kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia.

Dalam sesi wawancara khusus pada program bincang-bincang Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, sang analis menguliti siasat taktis di balik pernyataan pulihnya kesehatan sang mantan kepala negara.

Narasumber menyilangkan pandangan skeptisnya mengenai efektivitas pengaruh elektoral tersebut sembari memberikan catatan kritis yang berbunyi “pesi bilang PT Gajah bilang oke kita tidak akan melampaui dari Gerindra gitu kan itu sebenarnya strategi licik kalau ketahuan nanti mengancam eksistensi partai income dan presiden”.

Penjagaan eksistensi di pusaran siber ini dinilai sangat krusial bagi lingkar kekuasaan lama guna memastikan masa depan karier politik para penerus estafet kepemimpinan daerah terjamin tanpa adanya hambatan dari rival politik.

Lebih lanjut Pangi Syarwi Chaniago mengonfirmasi adanya kecenderungan sindrom pasca-kuasa yang membuat figur tersebut enggan melepaskan kendali logistik serta panggung opini publik sepenuhnya.

Dirinya menambahkan sebuah premis teoretis yang menohok mengenai tabiat asli pergerakan senyap di dalam sistem birokrasi pemerintahan dengan menegaskan “karena memang orang ini enggak pernah puas kan sebenarnya dan dalam benak beliau adalah ee kekuasaan sampai kiamat gitu kaisang mungkin ketua umum tetap habis itu yang lain-lain keluarganya ya dipersiapkan jadi kepala daerah”.

Oleh sebab itu jajaran elite pemerintahan baru saat ini didorong untuk senantiasa waspada terhadap potensi intervensi kebijakan harian yang dapat memicu tumpang tindih komando pertahanan ekonomi di masa transisi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung