Berita, Nasional

Pangi Syarwi Sindir Teddy Soal Inflasi Pengamat: Saya 17 Tahun Jadi Pengamat, Tidak Inflasi, Mentri Juga Harus Sesuai Bidang

Repelita.id

16 April 2026 20:48 WIB

Pangi Syarwi Sindir Teddy Soal Inflasi Pengamat: Saya 17 Tahun Jadi Pengamat, Tidak Inflasi, Mentri Juga Harus Sesuai Bidang
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal inflasi pengamat yang sempat menjadi polemik di publik disindir oleh pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago.

Pangi merasa bahwa pernyataan Teddy tersebut ditujukan termasuk kepada dirinya yang kerap mengkritisi berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

"Saya kan sudah 17 tahun jadi pengamat.

Ya kalau misalnya Teddy bilang inflasi pengamat, saya rasa, saya tidak inflasi.

Karena ya background saya S1 politik, S2 politik, S3 politik ya.

Kemudian jadi pengamat politik hampir 17 tahun.

Jadi artinya saya ngomong sesuai dengan background saya," ucap Pangi dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Rabu, 15 April 2026.

CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting ini menilai pernyataan Teddy dilandasi oleh fenomena adanya pengamat yang berbicara tidak sesuai dengan data dan bidang keilmuannya.

"Kan yang dikritik Teddy itu kan banyak pengamat yang inflasi itu, ya datanya salah, ngomong tidak sesuai dengan bidang keilmuan.

Nah akhirnya dilempar sama publik lagi, 'menteri lu bukan the right man in the right place nih', gitu.

Artinya banyak juga menteri tidak sesuai bidang gitu, jangan hanya pengamat saja," tegasnya.

Kendati demikian, Pangi setuju jika pengamat tidak boleh sembarangan berbicara apalagi yang bukan merupakan bidang keahliannya.

"Tapi saya mendukung juga memang pengamat harus sesuai dengan bidang juga, supaya ngomongnya sesuai dengan keahlian.

Tapi menteri juga harus sesuai dengan keahlian," pungkas Pangi.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 10 April 2026.

Teddy melihat kecenderungan meningkatnya jumlah pengamat yang memberikan pandangan di luar bidang keahliannya sehingga memicu distorsi informasi di ruang publik.

"Sekarang ini ada satu fenomena.

Apa itu?

Ada yang namanya inflasi pengamat.

Jadi banyak sekali pengamat, oke," ujar Teddy saat itu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung