Berita, Nasional

Panglima TNI Pastikan Ribuan Prajurit di Lebanon Ditarik Mei 2026, Satu Personel Cedera Segera Dievakuasi

Repelita.id

16 April 2026 15:43 WIB

Panglima TNI Pastikan Ribuan Prajurit di Lebanon Ditarik Mei 2026, Satu Personel Cedera Segera Dievakuasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan kepastian mengenai nasib ribuan prajurit Korps Baret Biru yang tengah menjalankan misi perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Seluruh personel TNI yang bertugas di wilayah konflik tersebut dijadwalkan akan ditarik kembali ke Tanah Air pada Mei 2026 seiring dengan berakhirnya masa penugasan.

ADVERTISEMENT

"Mei memang sudah habis masa tugasnya," ujar Jenderal Agus singkat saat ditemui wartawan di Jakarta pada Rabu (15/4/2026).

Pernyataan ini menjadi penutup babak penugasan yang penuh tantangan mengingat situasi keamanan di Lebanon Selatan terus memanas akibat eskalasi konflik di perbatasan.

Fokus utama Panglima TNI saat ini adalah memastikan para prajurit yang mengalami luka-luka di medan tugas mendapatkan penanganan medis terbaik.

Jenderal Agus mengonfirmasi bahwa kondisi personel yang cedera kini berangsur membaik dan sedang dalam proses pemulangan ke Jakarta.

"Alhamdulillah, ada yang sudah membaik.

Segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan lebih lanjut," ungkapnya.

Panglima TNI secara detail menyebutkan bahwa saat ini terdapat satu prajurit yang sudah siap untuk dievakuasi.

"Satu orang sedang diproses, saat ini tengah dicarikan tiket kepulangan untuk segera kembali ke Tanah Air," tambahnya.

Pemulangan pasukan ini dibayangi oleh laporan memilukan dari hasil investigasi awal Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait gugurnya tiga prajurit terbaik TNI dalam misi tersebut.

Laporan PBB mengungkap fakta tragis bahwa satu prajurit TNI tewas akibat terkena proyektil tank kaliber 120 mm yang ditembakkan militer Israel ke arah wilayah Lebanon.

Dua prajurit lainnya dinyatakan gugur akibat ledakan bom rakitan atau IED yang diduga kuat dipasang oleh kelompok Hizbullah di jalur patroli.

Tingginya risiko di wilayah konflik tersebut menjadikan rencana kepulangan pada Mei mendatang sebagai kabar yang sangat dinantikan oleh keluarga besar TNI dan masyarakat Indonesia.

Penugasan Satgas Garuda di Lebanon tahun ini menjadi salah satu misi yang paling disorot dunia internasional.

Kehadiran prajurit Indonesia di tengah gempuran konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah membuktikan komitmen tinggi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia meskipun nyawa menjadi taruhannya.

Rencana pemulangan massal pada Mei 2026 diharapkan berjalan lancar tanpa kendala birokrasi sehingga para penjaga perdamaian ini dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga setelah menjalankan tugas suci bagi negara dan kemanusiaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung