Berita, Palestina

PBB Kutuk Pembiaran Tentara Israel Atas Tewasnya Remaja Palestina Yang Kehabisan Darah selama 40 hingga 45 menit

Repelita.id

30 August 2026 20:04 WIB

PBB Kutuk Pembiaran Tentara Israel Atas Tewasnya Remaja Palestina Yang Kehabisan Darah selama 40 hingga 45 menit
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang remaja Palestina berusia 14 tahun memicu kecaman keras dari jajaran pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Korban dilaporkan mengalami pendarahan hebat tanpa mendapatkan pertolongan medis selama puluhan menit di bawah pengawasan ketat aparat militer.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai insiden memilu tersebut diungkapkan oleh akun @HatsOffff melalui unggahannya pada 29 Agustus 2026 pukul 4.35 AM.

"Seorang anak laki-laki Palestina berusia 14 tahun kehabisan darah selama 40 hingga 45 menit sementara tentara Israel menonton, menurut Chris Sidoti dari Komisi Penasihat PBB, yang mengutuk tindakan tersebut sebagai sadisme.

"Orang macam apa para komandan militer mereka yang mendorong anak-anak untuk kehabisan darah?"" tulis akun @HatsOffff.

Kabar tersebut memantik gelombang reaksi tajam dari warga internet yang mengecam tindakan pembiaran kekerasan di wilayah konflik.

Pengguna akun @Cuscagh menyuarakan pandangannya mengenai ancaman hukuman bagi para pelaku kejahatan kemanusiaan.

"Ratco Mladic, the Butcher of Bosnia, serving life in prison in The Hague, died last Thursday. The same fate should await the perpetrators of the Palestinian and Lebanese genocides, the wanton taking of innocent life, the wanton destruction of property and ongoing land theft." tulis akun @Cuscagh.

Tanggapan dingin dan kontroversial juga muncul di kolom komentar seperti yang dituliskan oleh akun @MemoirHistories pada 29 Agustus 2026.

"Who cares? I wouldn’t shed a tear for Baby Hitler and I don’t for Gazan kids either.." tulis akun @MemoirHistories.

Pengguna media sosial lainnya menyoroti nihilnya tindakan tegas dari lembaga internasional untuk menghentikan kekerasan tersebut, sebagaimana diutarakan oleh akun @DupyM.

"Who will stop them?" tulis akun @DupyM.

Kritik atas pendanaan konflik yang bersumber dari uang rakyat turut dilayangkan oleh akun @DavidLevy3afz.

"what kind of people fund this with tax dollars" tulis akun @DavidLevy3afz.

Pertanyaan mengenai pendanaan tersebut kemudian ditanggapi secara sinis oleh pengguna akun @cryptosnufkin.

"stupid question.. obviously na#zi mentality. can clearly see it no?" tulis akun @cryptosnufkin.

Komentar berupa perbandingan situasi kekerasan juga diunggah oleh akun @gamli_adam.

"Same kind of people they are as these:" tulis akun @gamli_adam.

Kesedihan mendalam atas nasib tragis anak-anak di daerah konflik diungkapkan secara singkat oleh akun @NazKal25.

"Gut wrenching" tulis akun @NazKal25.

Seruan agar masyarakat dunia tidak tinggal diam melihat krisis kemanusiaan di Palestina juga disuarakan oleh akun @nadaa01012 pada 29 Agustus 2026.

"JANGAN BERHENTI BERBICARA TENTANG PALESTINA. JANGAN MEMALINGKAN MATA. JANGAN TETAP DIAM." tulis akun @nadaa01012.

Sorotan komisi penasihat PBB terhadap insiden tragis ini mempertegas desakan internasional agar kejahatan terhadap warga sipil di area konflik segera dihentikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung