Berita, Nasional

PEDAS Denny Indrayana Disebut Cari Sensasi, Sayembara Rp100 Juta hanya Lelucon?

Repelita.id

11 August 2026 23:42 WIB

PEDAS Denny Indrayana Disebut Cari Sensasi, Sayembara Rp100 Juta hanya Lelucon?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Joman Sebut Sayembara Ijazah Denny Indrayana Cuma Cari Perhatian.Polemik terkait latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan hangat di ruang publik nasional.

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana secara terbuka melontarkan berbagai desakan serta menggelar sayembara berhadiah uang tunai.

ADVERTISEMENT

Sayembara tersebut ditujukan bagi siapa saja yang mampu menghadirkan bukti dokumen ijazah asli tingkat menengah atas milik sang wakil presiden.

Langkah kontroversial yang diambil oleh Denny Indrayana itu lantas memicu tanggapan tajam dari berbagai elemen pendukung pemerintahan.

Ketua Jokowi Mania Nusantara Bersatu Andi Azwan menilai rentetan tindakan tersebut hanyalah sebuah siasat mencari perhatian publik semata.

Menurut pandangan Andi Azwan, manuver politik yang dimainkan oleh sang pakar hukum terkesan sangat berlebihan dan menciptakan kegaduhan.

"Apa yang dilakukan Denny Indrayana, ini berulang kali melakukan serangan-serangan. Bukan hanya ke Jokowi, juga kepada mas Wapres Gibran Rakabuming Raka," ujar Andi, Senin (10/8/2026).

Pihaknya menduga bahwa rangkaian aksi tersebut sengaja dikemas sedemikian rupa demi mendulang sorotan luas dari masyarakat luas.

"Kalau kita lihat, ini adalah bentuk dari cari perhatian (Caper) Denny Indrayana. Ingin membuat sesuatu yang sensasional gitu," ucapnya.

Lebih lanjut, Andi Azwan juga menduga adanya kepentingan terselubung di balik seluruh rangkaian tindakan yang dilakukan oleh sang akademisi.

Bahkan, ia tidak segan mengaitkan situasi tersebut dengan istilah khusus yang pernah dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebelumnya.

"Terlepas apakah ada pesan politik di dalamnya, kita melihatnya Denny Indrayana ini bisa saja merupakan proksi dari antek-antek asing yang dikatakan Londo Ireng oleh Presiden Prabowo," tukasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, rekam jejak sang pakar hukum tata negara turut dikritik tajam karena dianggap selalu berseberangan dengan penguasa.

Sikap kritis tersebut dinilai konsisten dimunculkan sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir hingga periode kepemimpinan saat ini.

"Karena selama ini apa yang dilakukan Denny Indrayana, selalu bertentangan dengan pemerintahan setelah SBY tidak berkuasa kembali," imbuhnya.

Sorotan publik semakin menguat setelah terungkap bahwa sang akademisi sempat melayangkan surat resmi kepada Kepala Negara.

Surat tersebut secara spesifik berisi desakan agar Gibran Rakabuming Raka segera melepaskan jabatannya sebagai orang nomor dua di Indonesia.

"Inilah yang membuat kita merasa bahwa Denny Indrayana ini ingin menjadi pusat perhatian kembali oleh masyarakat Indonesia," Andi menegaskan.

Berbagai instrumen tekanan sengaja digunakan untuk membangun opini negatif di tengah masyarakat tanpa dasar argumen yang kuat.

"Ingin mendapat perhatian terhadap langkah-langkah dia membuat surat kepada Presiden untuk memberhentikan mas Wapres Gibran," terangnya.

Kendati demikian, kubu pendukung pemerintah memilih untuk tidak memandang serius berbagai guncangan politik yang dilancarkan tersebut.

Aksi pamer kekuatan opini itu justru dianggap sebagai hiburan semata yang tidak perlu ditanggapi secara berlebihan oleh pemerintah pusat.

"Tapi buat saya kita anggap saja lelucon yang dilakukan Denny Indrayana untuk mendapatkan atensi publik," kuncinya.

Sebelumnya, polemik ini bermula ketika Denny Indrayana mengumumkan sayembara terbuka dengan imbalan fantastis bagi pembawa dokumen pendidikan Gibran.

Hadiah sebesar seratus juta rupiah dijanjikan bagi pihak manapun yang sanggup membuktikan keaslian ijazah pendidikan tingkat menengah atas tersebut.

"Sayembara Rp100 juta untuk Ijazah SMA Gibran," ujar Denny, Minggu (9/8/2026).

Persyaratan tersebut diajukan sebagai bentuk tantangan langsung terhadap keabsahan dokumen pribadi milik sang pejabat tinggi negara.

"Jika Mas Wapres bisa menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur," ucap dia.

Konsekuensi sebaliknya juga ditegaskan secara tegas apabila dokumen penting yang dipersoalkan itu gagal dihadirkan di hadapan publik.

"Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur," tukasnya.

Tantangan terbuka ini disebarluaskan agar masyarakat luas turut serta berpartisipasi dalam perburuan dokumen yang dipertanyakan keabsahannya.

"Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, akan saya beri hadiah 100 juta Rupiah," tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung