Berita, Nasional

Pejabat Turki Sebut Isu Pembunuhan Dan Momen Trump Sembunyi Di Truk Katering Hanyalah Taktik Intelijen Israel

Repelita.id

12 August 2026 17:04 WIB

Pejabat Turki Sebut Isu Pembunuhan Dan Momen Trump Sembunyi Di Truk Katering Hanyalah Taktik Intelijen Israel
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Otoritas keamanan Turki menduga laporan intelijen dari Israel mengenai rencana pembunuhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump oleh Iran saat KTT NATO di Ankara merupakan isu buatan semata.

Pihak Ankara menilai kabar burung tersebut disengaja demi mengacaukan skema diplomasi serta merusak hubungan baik antara pemerintah AS dan Teheran.

ADVERTISEMENT

Laporan menyesatkan itu bahkan sempat memicu kepanikan pengawalan hingga memaksa Donald Trump dievakuasi secara sembunyi-sembunyi menggunakan truk katering.

Pejabat Turki meyakini skenario intelijen bentukan rezim Benjamin Netanyahu tersebut sengaja dirancang untuk membangun citra Israel sebagai pelindung pimpinan AS.

Langkah ini dipandang sebagai upaya terencana untuk menghentikan negosiasi damai sekaligus merusak kedekatan antara Donald Trump dan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dalam pertemuan bilateral kedua pimpinan negara tersebut Donald Trump menyatakan komitmen bahwa konflik bersenjata dengan pihak Iran telah berakhir.

Keterangan tersebut dikemukakan oleh seorang sumber yang turut hadir mendampingi jalannya pembicaraan resmi.

Sikap tersebut berseberangan dengan keinginan Benjamin Netanyahu yang mendesak agresi militer berlanjut dan menyasar fasilitas energi serta para pimpinan Iran.

Donald Trump juga mengisyaratkan rencana penghapusan sanksi atas Turki terkait pemesanan sistem pertahanan udara Rusia sekaligus pembukaan kembali alokasi jet F-35.

Kebijakan penyerahan pesawat tempur F-35 ke Ankara ditentang keras oleh Israel karena dianggap bakal menggeser peta kekuatan militer di kawasan.

"Tentu saja, kami menanggapi laporan tersebut dengan sangat serius dan berupaya membantu rekan-rekan kami dari Amerika semaksimal mungkin," ujar seseorang yang mengetahui masalah ini.

Pihak Ankara menegaskan bahwa informasi ancaman keamanan yang disebarkan dari pihak Israel sama sekali tidak berdasar.

"Namun, bagi kami sangat jelas bahwa laporan itu sama sekali tidak benar," lanjut sumber tersebut.

Meskipun intelijen Iran pernah melancarkan aksi penangkapan di Turki jaringan tersebut dinilai tak punya kemampuan teknis melancarkan operasi bersenjata tingkat tinggi di Ankara.

Kepanikan bermula ketika pengawalan Amerika Serikat mendadak mengerahkan personel tambahan di sekitar Bandara Ankara pada siang hari.

Petugas keamanan AS mengaku menerima dokumen intelijen Israel yang memperingatkan adanya pergerakan unit rahasia Iran di sekitar area landasan pacu.

"Pihak Iran diduga dapat menargetkan pesawat tersebut dari radius satu kilometer menggunakan rudal panggul yang dikenal sebagai MANPADS," ujar salah satu sumber.

Guna menghindari risiko penyerangan aparat Dinas Rahasia AS memutuskan memindahkan lokasi keberangkatan menuju Bandara Esenboga.

Pengawalan juga mengganti armada Air Force One milik presiden dengan pesawat tipe lama yang memiliki perlengkapan sistem pertahanan udara mandiri.

Donald Trump yang sudah berada di dalam armada utama langsung dipindahkan secara cepat memakai kendaraan operasional katering menuju pesawat pendukung C-32. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung