Berita, Hukum

Pembelaan Emosional Nadiem di Sidang Kasus Laptop: Bantah Motif Ekonomi, Klaim Pertaruhkan Harta, Reputasi, dan Segalanya Demi Mengabdi kepada Negara

Repelita.id

02 June 2026 20:06 WIB

Pembelaan Emosional Nadiem di Sidang Kasus Laptop: Bantah Motif Ekonomi, Klaim Pertaruhkan Harta, Reputasi, dan Segalanya Demi Mengabdi kepada Negara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan pucuk pimpinan kementerian sektor pendidikan membeberkan argumentasi pembelaan pribadinya dalam pusaran kasus hukum dugaan manipulasi pengadaan perangkat komputer jinjing di peradilan khusus ibu kota pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2026.

Di hadapan majelis hakim, dirinya mengisahkan dinamika penuh cobaan dan masa-masa sulit yang harus dilewatinya sepanjang memegang kendali atas instansi pengajaran nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Kendati didera berbagai dinamika pelik, figur pengusaha teknologi ini menyatakan tetap menemukan secercah kepuasan batin yang mendalam selama masa pengabdiannya.

Momen paling berkesan baginya adalah ketika berkesempatan melakukan peninjauan lapangan serta berdialog secara langsung dengan para tenaga pendidik di beragam pelosok wilayah.

Interaksi emosional bersama para guru tersebut diakuinya menjadi pemicu utama yang memantapkan langkahnya kala menerima tanggung jawab sebagai menteri.

Di dalam ruang sidang, terdakwa menyanggah motif ekonomi di balik tindakannya dengan membawa latar belakang status kemapanan materiil yang telah dimilikinya sejak lama sebelum masuk birokrasi.

Dirinya menegaskan bahwa kecukupan harta kekayaan yang dimilikinya justru memicu panggilan moral untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kestabilan serta kemajuan ibu pertiwi.

"Justru karena saya sudah dianugerahi Allah dengan kemapanan finansial, rasa tanggung jawab saya terhadap negara menjadi lebih besar. Itulah mengapa saya mempertaruhkan segala-galanya, keuangan saya, reputasi saya, ketenangan saya, dan keluarga saya untuk mengabdi kepada negara," ucap Nadiem. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung