Repelita Jakarta - Akun Threads @latonanoo menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan dan respons pemerintah yang dinilai menunjukkan berbagai persoalan dalam penanganan bencana, lingkungan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga keterlibatan militer di ranah sipil.
Unggahan tersebut disampaikan pada 6 September 2026 melalui rangkaian postingan di Threads yang membahas beberapa peristiwa dan kebijakan secara berurutan.
ADVERTISEMENT
Dalam salah satu unggahannya, @latonanoo menyinggung pembahasan mengenai potensi gempa megathrust, aktivitas Krakatau, serta ancaman tsunami di Banten yang menurutnya pernah berujung pada pelaporan terhadap pihak yang membicarakannya.
"JUJUR PEMERINTAH KITA MEMANG LUCU BANGET
Masih ingatkah kalian ketika pakar gempa sedang rapat membahas mitigasi megathrust , aktifitas krakatau dan tsunami di banten tapi malah dilaporkan ke Polda.
7 BULAN KEMUDIAN TERJADI SUNAMI BENERAN KARENA AKTIVITAS ANAK KRAKATAU"
Pada unggahan lainnya, akun tersebut turut membagikan keterangan mengenai aktivitas letusan Krakatau yang disebutnya terdokumentasi oleh seorang fotografer.
"ini adalah letusan tahun 2018 dan berhasil didokumentasikan oleh seorang fotografer,
letusan kali ini tidak sebesar tahun 2018 tapi efek abu vulkaniknya tetap harus diwaspadai"
Kritik berikutnya diarahkan pada kesiapan pemerintah menghadapi fenomena El Nino dan ancaman kebakaran yang dikaitkan dengan kondisi lingkungan di kawasan Asia Tenggara.
"contoh kelucuan selanjutnya
saat BMKG dan pakar lingkungan mengakatan akan ada GODZILA ELNINO Yang akan memicu kebakaran tapi pemerintah tidak menyiapkan anggaran padahal sejal maret peringatan itu sudah muncul.
filipina malaysia dan negara asean lain sudah melakukan mitigasi tapi tetap terdampak karena kebarannya dari indonesia"
@latonanoo kemudian mengaitkan kritiknya dengan pelaksanaan program MBG serta persoalan kesehatan yang disebut terjadi setelah pembagian makanan kepada penerima manfaat.
"kelucuan paling absolut terjadi ketika anggota DPR RI mengatakan tidak butuh ahli gizi, walau akhirnya minta maaf
tapi tetap terjadi 45.000+ keracunan MBG
ini adalah contoh INKOMPETESI dipertontonkan dengan jelas dan menganggap rakyat itu nerima saja dan mati syahid karena menerima keculasan pemerintahnya"
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan tudingan yang disampaikan oleh pemilik akun dalam unggahannya, sehingga angka maupun kesimpulan yang disebutkan perlu ditempatkan dalam konteks pernyataan akun tersebut.
Pada bagian lain, @latonanoo menjelaskan alasan dirinya semakin terdorong untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai tindakan pemerintah yang dianggapnya bermasalah.
"jujur sebenarnya akun ini pingin asbun-asbun saja tapi kok lihat kelakuaan pemerintah jadi gatel pengen ngritik, apalagi buzzernya mengarah untuk mewajarkan kejadian ini
memang tidak seberani andri yunus tapi hati mungil dan ansos ini gatel kalau melihat kesalahan malah diwajarkan"
Sorotan berikutnya menyasar hubungan antara militer dan pekerjaan sipil, dengan mengangkat kembali nasihat Guru Besar Universitas Pertahanan Prof. Emil Said kepada Prabowo ketika masih menjadi calon presiden.
"ini juga lucu sih, ketika gurubesar UNHAN Prof. Emil Said memberikan nasehat kepada Prabowo waktu jadi capres tentang tentara jangan melakukan pekerjaan sipil
MUSUH-MUSUH KITA AKAN MENGATAKAN, 'SERANG AJA INDONESIA, TENTARANYA CUMA BISA BERTANI.'
yang terjadi sekarang militer banyak masuk ke ranah sipil bahkan untuk menjadi manajer mini market desa harus lolos pelatihan militer
Mengutip puisi gus mus
" Kau ini bagaimana "
" Aku harus bagaimana ""
Rangkaian kritik tersebut kemudian ditutup dengan komentar singkat yang menunjukkan nada sindiran terhadap berbagai persoalan yang sebelumnya dipaparkan dalam rangkaian unggahan tersebut.
"Kelucuannya nambah lagi kan ðŸ˜"
Unggahan @latonanoo tersebut memperlihatkan bagaimana sejumlah isu mengenai kebencanaan, lingkungan, MBG, serta peran militer di ranah sipil dipadukan menjadi kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan kebijakan publik.( * )
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads