Berita, Internasional

Pemimpin Iran Tolak Didikte Trump, AS Ancam Serang Besar-besaran

Repelita.id

01 May 2026 15:49 WIB

Pemimpin Iran Tolak Didikte Trump, AS Ancam Serang Besar-besaran
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, dengan tegas menolak upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendikte pengembangan program nuklir dan rudal negara tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan Mojtaba Khamenei dalam pidato yang dibacakan melalui televisi pemerintah pada Kamis (30/4/2026) di tengah meningkatnya tekanan AS yang mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran.

ADVERTISEMENT

"Sembilan puluh juta warga Iran yang terhormat, baik di dalam maupun di luar negeri, menganggap semua kemampuan nuklir dan rudal sebagai aset nasional," demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari kantor berita Tasnim News pada Jumat (1/5/2026).

"Dan mereka akan melindunginya sebagaimana mereka mempertahankan perbatasan darat, laut, dan udara mereka," tegas pemimpin tertinggi Iran yang sejak diangkat belum pernah tampil di depan publik itu.

Mojtaba Khamenei juga melontarkan peringatan pedas bahwa satu-satunya tempat yang layak bagi warga Amerika di Teluk Persia adalah "di dasar perairannya".

"Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya dengan niat serakah tidak memiliki tempat di sini kecuali di kedalaman perairannya," kata Mojtaba Khamenei dalam pidato yang dirilis untuk memperingati Hari Teluk Persia Nasional.

Penolakan keras ini muncul sebagai respons atas sikap Trump yang menolak proposal terbaru Iran dan bersikeras mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz.

"Saya tidak akan menyetujui apa pun kepada mereka. Saya tidak akan memberi mereka apa pun. Entah mereka akan memiliki senjata nuklir atau tidak. Dan jika mereka memilikinya, mereka akan mendapat masalah besar," ujar Trump dalam wawancara dengan Newsmax.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa Amerika Serikat telah "menghancurkan angkatan laut, angkatan udara, peralatan radar, hingga kepemimpinan Iran" dalam konflik yang berkecamuk sejak 28 Februari 2026.

"Kami telah menang, tetapi saya ingin menang telak," kata Trump seraya menegaskan bahwa kemenangan militer saja tidak cukup tanpa jaminan Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Di balik retorika tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM dikabarkan telah menyiapkan rencana serangan besar-besaran ke Iran .

Menurut laporan Axios yang dikutip berbagai media, rencana tersebut mencakup gelombang serangan "singkat namun intens" yang menargetkan infrastruktur vital Iran .

Opsi lain yang disiapkan adalah penguasaan sebagian wilayah Selat Hormuz untuk membuka kembali jalur pelayaran komersial yang selama ini diblokade Iran .

Selain itu, pasukan khusus AS juga disiagakan untuk mengamankan stok uranium yang telah diperkaya tinggi milik Iran .

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Trump dijadwalkan menerima paparan langsung dari Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper pada Kamis (30/4/2026) untuk membahas opsi-opsi militer tersebut .

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga dilaporkan akan turut hadir dalam paparan yang berlangsung sekitar 45 menit itu .

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak awal April 2026, negosiasi untuk menyelesaikan konflik menemui jalan buntu karena perbedaan mendasar antara kedua negara .

Trump bersikeras bahwa tidak akan ada kesepakatan kecuali Iran benar-benar meninggalkan program nuklirnya secara total .

Para perencana militer AS juga mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran terhadap pasukan Amerika yang tersebar di Timur Tengah sebagai respons atas setiap aksi agresif .

Sementara itu, pejabat senior Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa negaranya akan segera merespons blokade AS dengan "tindakan nyata dan belum pernah terjadi sebelumnya" .

"Angkatan bersenjata Iran sudah memberi kesempatan diplomasi, tetapi kesabaran ada batasnya," kata pejabat tersebut seraya memperingatkan akan ada hukuman yang lebih besar jika blokade terus berlanjut .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung