Berita, Nasional

Penasihat Hukum Kasus Ijazah Gibran Jadi Sorotan dan Picu Perdebatan Publik

Repelita.id

27 October 2026 13:44 WIB

Penasihat Hukum Kasus Ijazah Gibran Jadi Sorotan dan Picu Perdebatan Publik
Foto: Istimewa

Sorotan Publik terhadap Penasihat Hukum Kasus Ijazah Gibran Rakabuming Raka di Media Sosial

Repelita Jakarta - Dinamika persidangan mengenai keabsahan dokumen kelulusan milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini tengah memicu sorotan tajam serta perdebatan hangat di jagat media sosial.

ADVERTISEMENT

Informasi perihal situasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @maroef_irfhany yang mengamati kehadiran dua penasihat hukum di lingkaran perkara hukum pidana maupun perdata tersebut.

"Terpantau Dr. Muhammad Rullyandi, S.H., M.H dan Asuwan alias Goh Peng Lie Kedua sosok ini kurang pas menangani kasus ijazah Mas Gibran, bahkan kontra produktif, Rullyandi sempat diusir dari ruang sidang, ia menuding sidang MK sebagai ilegal dan dipimpin ketua ilegal, padahal Gibran bisa melenggang menjadi Wapres karena Produk MK yg kontrovesial, bahkan pamannya kena sangsi Asuwan sudah terkooptasi sbg pembela Ijazah Palsu Jokowi, yang gagal, kosong, banyak blunder Tanda2nya Gibran tumbang ?" tulis akun @maroef_irfhany dalam unggahan media sosial yang terpantau pada hari Selasa tanggal dua puluh tujuh Oktober dua ribu dua puluh enam.

Pernyataan dari akun tersebut langsung mengundang beragam reaksi dari para pengguna media sosial lainnya di kolom komentar.

Sebuah tanggapan sinis datang dari akun @tutyhinda yang melontarkan kecaman terhadap para pembela kasus tersebut di persidangan.

"Para terMul's penjilat akut...😠" tulis akun @tutyhinda memberikan reaksinya secara singkat.

Sementara itu, akun @58.bambangraharjo menyoroti aspek persyaratan administrasi pendaftaran kepemimpinan nasional yang dianggapnya tidak masuk akal.

"Kok daftarnya pakai SUKET... Logikanya kan konyol yg ditonjol...🥱✍️" tulis akun @58.bambangraharjo mengungkapkan opininya secara terbuka.

Sentimen serupa juga diutarakan oleh akun @agoes633 yang mempertanyakan alasan dokumen fisik kelulusan tersebut baru direncanakan untuk diperlihatkan ke hadapan publik sekarang.

"Aneh Bru mau di perlihatkan ijazahnya,kenapa nggak waktu sidang MK,apa Bru di buat tuh ijazahnya di psr Pramuka..." tulis akun @agoes633 menyampaikan pandangannya.

Kendati demikian, dukungan moral terhadap keberlangsungan posisi sang wakil presiden tetap mengalir dari pihak yang berseberangan pendapat.

Akun @rostyaty98 menyatakan keyakinannya bahwa posisi kepemimpinan nasional yang ada saat ini akan tetap bertahan dari berbagai tekanan politik hukum.

"Insyaallah Gibran g dkan tumbang Tuhan pasti lindungi org baik n rakyat 🇮🇩 baik cerdas pasti TDK diam aja👌👌👌👌👌" tulis akun @rostyaty98 dalam kolom komentar.

Unggahan mengenai analisis posisi penasihat hukum di media sosial tersebut kini telah disaksikan oleh lebih dari empat ribu seratus pemirsa.

Perdebatan mengenai keaslian dokumen kelulusan ini terus menggelinding di tengah berjalannya proses hukum administrasi kepemimpinan di pengadilan tinggi negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung