Berita, Nasional

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa Diduga Imbas Bongkar Kebocoran Pajak Pabrik Baja Cina

Repelita.id

16 September 2026 20:34 WIB

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa Diduga Imbas Bongkar Kebocoran Pajak Pabrik Baja Cina
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah spekulasi tajam mengenai peta politik dan posisi strategis di lingkup pemerintahan Indonesia tengah menjadi perhatian publik setelah mencuatnya informasi perihal pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi jabatan selaku Menteri Keuangan pada September 2026.

Langkah pemberhentian tersebut dinilai memicu kontroversi lantaran terjadi tidak lama setelah dirinya menghadiri agenda rapat resmi bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang berlangsung pada tanggal 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

Rangkaian peristiwa mendasar seputar isu miring serta prediksi kejatuhan sang birokrat diulas secara mendalam melalui sebuah tayangan visual yang dipublikasikan oleh kanal YouTube Forum Madilog.

Jauh sebelum keputusan pencopotan itu resmi diketok, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Imanuel Ebenezer alias Noel rupanya telah melayangkan peringatan dini sebanyak dua kali terkait posisi krusial yang ditempati oleh Purbaya.

Pernyataan pertama disampaikan Noel pada tanggal 26 Januari 2026 yang menyebutkan bahwa "kala penting adalah pernyataan saya pertama tentang Pak Purbaya artinya semakin terbukti bahwa informasi A1 saya tinggal sejengkal lagi Pak".

Tokoh relawan yang kini beralih ke Partai Gerindra tersebut menegaskan tindakan tegas yang diambil oleh Purbaya dinilai telah mengusik zona nyaman dari kelompok tertentu yang ia istilahkan sebagai "pesta poranya para bandit dari publik ini".

Peringatan susulan kembali disuarakan Noel sekitar sebulan setelahnya, tepat pada tanggal 9 Februari 2026, dengan narasi ancaman hukum yang berpotensi menyeret sang menteri ke ranah lembaga antirasuah.

Dalam kesempatan tersebut Noel berujar "Saya angkat topi ke Pak Purbaya lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK." yang menjadi sinyal bahwa kebijakan bersih sang menteri sangat mengganggu para pemain liar di republik ini.

Selain pernyataan dari kalangan internal politisi, ramalan dengan tingkat akurasi yang presisi juga sempat dikemukakan oleh seorang kreator konten melalui kanal YouTube Guru Gembul Channel pada tanggal 6 Oktober 2025.

Dalam unggahan video setahun lalu tersebut, sang analis memaparkan prediksi "saya menduga bahwa tahun depan tahun 2026 dalam rentang waktu antara bulan Juni sampai bulan September beliau akan digulingkan dengan cara yang sedikit menyakitkan".

Ia turut menyoroti pertempuran opini di ruang publik digital, di mana kekuatan buzzer bentukan Kementerian Keuangan saling berbenturan keras melawan narasi bentukan jaringan mafia di sektor badan usaha milik negara maupun Danantara.

Ironi terbesar dari runtuhnya karier Purbaya justru terlihat nyata tatkala dirinya dengan berani membongkar borok kepatuhan pajak dari puluhan korporasi asing berskala besar di hadapan para anggota dewan.

Saat memimpin rapat, Purbaya mengungkapkan "ada 40 pabrik baja Cina di sini yang beroperasi utamanya cash basis jadi bayar pajaknya sepekannya lah pegawainya juga dari sana semua" yang berakibat pada matinya persaingan industri domestik.

Dirinya juga menambahkan bahwa instruksi pemeriksaan yang ia layangkan kepada aparat perpajakan terkesan diabaikan, padahal potensi kebocoran uang negara dari satu lokasi sidak di kawasan Pulogadung saja diperkirakan mampu menembus nominal Rp200 miliar hingga Rp1 triliun.

Narasi video dari kanal YouTube Forum Madilog mengaitkan pola penyingkiran figur vokal ini dengan rekam jejak tokoh-tokoh terdahulu seperti mantan Ketua KPK Agus Rahardjo, Sudirman Said, Said Didu, hingga sepak terjang Febri Ardiansyah selaku Jampitsus.

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung