Berita, Nasional

Pendeta Rudy Phan Bela Jusuf Kalla dan Bongkar Narasi Video UGM yang Dipelintir Publik

Repelita.id

13 April 2026 19:03 WIB

Pendeta Rudy Phan Bela Jusuf Kalla dan Bongkar Narasi Video UGM yang Dipelintir Publik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang pendeta bernama Rudy Phan angkat bicara untuk membela Jusuf Kalla dan membongkar narasi video ceramah di Universitas Gadjah Mada yang selama ini dipelintir oleh publik.

Rudy Phan menilai bahwa kesalahan terbesar publik saat ini adalah berhenti pada cuplikan 30 detik tanpa menelusuri sumber utuh video ceramah JK yang berdurasi lebih dari 40 menit.

ADVERTISEMENT

“Orang tidak bisa membedakan mana penjelasan historis dan mana pandangan teologis,” tegas Rudy Phan dalam penjelasannya.

Di dalam video lengkap tersebut, JK berbicara bukan dalam ruang teologi sempit melainkan dalam konteks pengalaman nyata meredam konflik berdarah di Ambon dan Poso.

Ia mengurai bagaimana tafsir keagamaan di lapangan baik dari kelompok Muslim maupun Kristen kerap diseret menjadi legitimasi kekerasan saat konflik berlangsung.

Pernyataan yang dipotong dan dipelintir tersebut merupakan potret realitas sosial saat konflik terjadi bukan ajaran normatif yang ia dukung.

Dalam lanjutan ceramah yang luput dari potongan viral, JK secara eksplisit menolak keras anggapan bahwa membunuh atas nama agama membawa seseorang ke surga.

Kata-kata JK tersebut justru menunjukkan sikap sebaliknya yaitu mengutuk kekerasan dan meluruskan tafsir keagamaan yang keliru di masyarakat.

Rudy Phan menilai bahwa pernyataan JK yang dimaksudkan untuk meredam konflik malah dipelintir menjadi bahan bakar kegaduhan baru di tengah masyarakat.

Fenomena ini membuka sisi gelap ekosistem digital di mana demi kecepatan dan viralitas, sebagian konten diproduksi tanpa standar verifikasi yang memadai.

Potongan video menjadi senjata sementara konteks dikorbankan demi mengejar popularitas sesaat.

Publik tak jarang terjebak pada keyakinan semu merasa telah memahami padahal hanya melihat serpihan informasi dari video yang tidak utuh.

Klarifikasi yang mulai bermunculan dan konteks yang terbuka kini menempatkan publik pada pertanyaan penting tentang sumber informasi yang dipercaya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung