Berita, Nasional

Pengamat Sebut Jokowi Injak Kerbau Simbol Menantang Megawati?

Repelita.id

28 June 2026 21:25 WIB

Pengamat Sebut Jokowi Injak Kerbau Simbol Menantang Megawati?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat kunjungan kerja di Lampung memicu interpretasi tajam dari kalangan pengamat politik.

Tindakan yang terjadi di tengah rangkaian kegiatan pada 28 Juni 2026 ini dipandang sebagai bentuk komunikasi politik yang diarahkan kepada Megawati Soekarnoputri.

ADVERTISEMENT

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto, menegaskan bahwa penggunaan properti kepala kerbau dalam prosesi tersebut bukan sekadar seremoni adat biasa.

"Simbolis kepala kerbau yang digunakan dalam ritual dan identik dengan logo PDIP, banyak tafsir yang ingin Jokowi sampaikan," tegas Hari.

Langkah ini disinyalir menjadi pernyataan sikap Jokowi yang kini memegang peran sebagai Dewan Pembina PSI dalam menghadapi pengaruh sang ketua umum partai banteng.

Hari menilai manuver simbolis ini sebagai gambaran upaya kekuatan politik baru untuk mendegradasi supremasi partai yang selama ini membesarkan nama Jokowi.

"Dengan posisi Jokowi sebagai pembina PSI, bisa saja itu bagian dari bahasa politik bahwa PSI mampu bersaing dengan PDIP. Atau jelasnya Gajah mampu menginjak Banteng. Jadi Jokowi ingin mengatakan bahwa PSI mampu mengatasi dan bersaing dengan PDIP," ungkap Hari.

Meskipun terdapat nuansa konfrontasi, pengamat tersebut juga menduga masih ada sisa-sisa kedekatan psikologis antara mantan pemimpin nasional itu dengan sosok Megawati.

Tindakan teatrikal tersebut dinilai menyimpan ironi karena tetap menggunakan identitas simbolik yang lekat dengan partai asal Jokowi.

"Dengan kata lain, Jokowi sejujurnya mungkin masih sayang dengan PDIP, sehingga simbolnya masih digunakan dalam acara ritualnya," tutup Hari. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung