Berita, Nasional

Penunjukan Sudaryono Sebagai Kepala BGN Disorot Publik Akibat Muncul dalam Sidang TPPU Aset BUMD

Repelita.id

22 July 2026 21:44 WIB

Penunjukan Sudaryono Sebagai Kepala BGN Disorot Publik Akibat Muncul dalam Sidang TPPU Aset BUMD
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Keputusan pengangkatan pejabat tinggi baru pada lembaga pemenuhan nutrisi negara mendadak menuai sorotan tajam dari kalangan pegiat dunia maya.

Pengamat media sosial melontarkan kritik terbuka terhadap figur pengganti yang baru saja dilantik untuk memimpin instansi strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Kritik tersebut berpijak pada rekam jejak sang pejabat yang sebelumnya sempat disebut dalam persidangan kasus rasuah pencucian uang aset daerah di wilayah Jawa Tengah.

Nama pejabat terkait sempat disinggung oleh seorang terdakwa dalam persidangan dugaan rasuah jual beli tanah badan usaha milik daerah kabupaten setempat.

Wamentan itu kapan diperiksanya?

Itu kan kadernya Gerindra, Sudaryono.

Dia memperalat sopir sama sesprinya untuk mengembalikan aset kerugian.

Sedangkan dari kasus tuntutan saya Rp20 miliar, aset yang disita sudah Rp35 miliar.

Pegiat media sosial tersebut menilai penunjukan figur dengan catatan semacam itu kurang tepat untuk memimpin instansi yang tengah menghadapi sorotan publik luas.

Buat yang belum tahu, nama Sudaryono ini disebut oleh terdakwa dalam kasus TPPU Aset Tanah BUMD Cilacap.

Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pimpinan terdahulu yang juga terseret pusaran isu kontroversial serupa.

Mirip Nanik yang disebut tersangka Korupsi MBG yaitu Sony.

Atas dasar pertimbangan rekam jejak tersebut, ia menyatakan keheranannya atas keputusan pengangkatan orang nomor satu di lembaga gizi nasional ini.

Kalau saya Presiden, ya pasti menghindari menunjuk Sudar.

Kayak ndak ada calon lain yg lebih kompeten saja.

Pucuk pimpinan tertinggi negara sebelumnya telah menunjuk pejabat pengganti guna mengisi kekosongan jabatan pasca pengunduran diri kepala sebelumnya akibat gangguan kesehatan.

Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa proses pelantikan langsung dilangsungkan demi menjaga stabilitas kinerja instansi agar tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.

Penggantinya akan direncanakan dilantik hari ini juga supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman.

Pejabat baru tersebut dipastikan menanggalkan jabatan sebelumnya agar dapat berfokus penuh mengemban tugas baru tanpa rangkuman posisi ganda.

Definitif, tidak merangkap jabatan.

Latar belakang penunjukan didasarkan pada pengalaman sang pejabat yang dinilai bersinggungan langsung dengan sektor pertanian yang menjadi penopang utama rantai pasok program makan bergizi.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung