Berita, Timur Tengah

Penyebab Kapal Prancis dan Malaysia Bisa Lintasi Selat Hormuz Tapi Dua Tanker Pertamina Tertahan

Repelita.id

04 April 2026 23:28 WIB

Penyebab Kapal Prancis dan Malaysia Bisa Lintasi Selat Hormuz Tapi Dua Tanker Pertamina Tertahan
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, dan kapal-kapal berbendera Malaysia berhasil melintasi Selat Hormuz, namun dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di jalur air vital tersebut.

Kapal berbendera Malta milik Prancis bernama Cribbi berlayar melalui selat dari barat ke timur pada Kamis sore, menjadikannya pelayaran pertama kapal Eropa yang diumumkan secara publik sejak Iran memblokade jalur tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kapal berbendera Malaysia dan Filipina juga berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa dikenai biaya tol, dengan pejabat dari kedua negara memastikan kelancaran tersebut.

Lalu mengapa kapal Prancis dan Malaysia bisa melintas sementara dua tanker Pertamina masih tertahan? Dosen Hubungan Internasional UGM, Muhadi Sugiono, menilai perbedaan perlakuan ini menarik untuk dicermati.

Menurut Muhadi, Iran membuka akses Selat Hormuz bagi negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik dan tidak dikategorikan sebagai musuh.

“Pada dasarnya penutupan Selat Hormuz dilakukan oleh Iran untuk negara-negara yang dikategorikan sebagai musuh seperti Amerika Serikat dan Israel,” kata Muhadi.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia justru dimasukkan Iran sebagai negara sahabat, sehingga pembatasan yang terjadi bukan karena Indonesia dianggap musuh.

Muhadi menduga penahanan kapal Indonesia kemungkinan besar terkait dengan protokol keamanan yang ketat di wilayah konflik, bukan karena masalah diplomatik.

“Kita harus paham, ini situasi perang. Bukan tidak mungkin protokol keamanan membuat akses kapal Indonesia terhambat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Malaysia berhasil karena melakukan diplomasi yang sangat aktif dengan pemerintah Iran.

Malaysia telah memperoleh jaminan langsung dari Iran bahwa kapal-kapalnya akan diberikan izin melintas dengan aman dan tanpa biaya tol.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa Duta Besar Iran untuk Malaysia telah menyebutkan tidak ada pungutan tol untuk kapal Malaysia karena hubungan diplomatik yang baik.

Bahkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin tersebut.

Sementara untuk kapal Prancis, Presiden Emmanuel Macron memilih jalur diplomasi damai dan menolak operasi militer untuk membuka selat tersebut.

Macron mengatakan tidak mungkin menyelesaikan masalah Selat Hormuz melalui pengeboman karena akan memperburuk situasi kawasan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM mengakui masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan pelintasan kapal Pertamina berjalan aman.

Hingga Jumat, 3 April 2026, belum ada kabar terbaru terkait dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung