Berita, Timur Tengah

Penyergapan di Bint Jbeil Tewaskan 20 Tentara Israel, Komandan Batalyon Pembunuh Hind Rajab Luka Parah

Repelita.id

16 April 2026 19:31 WIB

Penyergapan di Bint Jbeil Tewaskan 20 Tentara Israel, Komandan Batalyon Pembunuh Hind Rajab Luka Parah
Foto: Istimewa

Repelita Bint Jbeil - Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel kembali memanas setelah sebuah penyergapan besar-besaran dilaporkan menewaskan puluhan tentara Israel di wilayah Bint Jbeil.

Insiden ini disebut sebagai salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir di tengah eskalasi konflik kawasan yang juga melibatkan Iran.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan dari lokasi kejadian, pasukan Israel dikecoh untuk masuk ke dalam sebuah bangunan yang telah dipasangi bahan peledak oleh kelompok perlawanan Hizbullah.

Bangunan tersebut kemudian diledakkan dari jarak jauh, menewaskan seluruh personel yang berada di dalamnya tanpa ada satupun yang selamat.

Berdasarkan laporan MintPress News pada Rabu (15/4/2026), disebutkan bahwa sebanyak 20 orang tewas dalam insiden tersebut.

Korban tewas disebut mencakup seorang perwira tinggi militer Israel meskipun nama spesifiknya belum dirilis secara resmi.

Israel sendiri hanya mengakui adanya insiden keamanan serius tanpa memberikan rincian lengkap mengenai jumlah korban atau kronologi kejadian.

Operasi penyergapan ini dimulai dengan taktik klasik perang gerilya yaitu memancing musuh masuk ke dalam perangkap.

Sejumlah besar tentara Israel dilaporkan dikecoh masuk ke dalam sebuah bangunan di Bint Jbeil yang telah dipasangi bahan peledak dalam jumlah besar.

"Para tentara dikecoh masuk ke dalam sebuah bangunan di Bint Jbeil, yang telah dipasangi bahan peledak," demikian kutipan laporan tersebut.

Dalam sekejap, bangunan itu diledakkan tanpa memberi kesempatan bagi pasukan Israel untuk berlari atau berlindung.

"Seluruh bangunan itu diledakkan tanpa ada yang selamat," tegas laporan tersebut.

Pihak perlawanan juga mengonfirmasi bahwa Daniel Ella, komandan Batalyon ke-52 dari Brigada ke-401, mengalami luka parah dalam pertempuran di Lebanon.

Batalyon yang dipimpinnya memiliki sejarah kelam yang diakui secara internasional terkait kasus pembunuhan Hind Rajab.

Atas peran unitnya dalam kasus kematian bocah Palestina tersebut, kasus telah diajukan ke Pengadilan Pidana Internasional.

Tidak hanya di Lebanon utara, tekanan terhadap Israel juga terjadi di Jalur Gaza selatan.

Tentara pendudukan mengumumkan kematian 4 prajurit yang tewas dalam penyergapan di selatan Gaza.

Para prajurit yang gugur adalah Kapten Ido Baruch, Sersan Amitai Even Shoshan, Sersan Ilai Zair, dan Sersan Reef Harush.

Pengumuman ini menjadi bukti bahwa meskipun menghadapi blokade total dan pemboman intensif, kemampuan tempur kelompok perlawanan Palestina tidak sepenuhnya lumpuh.

Konflik besar ini dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur besar.

Pemerintah Iran memperkirakan total kerugian mencapai 270 miliar dolar AS.

Iran pun meluncurkan serangan balasan ke Israel, Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

Lebanon secara resmi terseret ke dalam pusaran perang ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas.

Pakistan memediasi negosiasi antara AS dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad.

Hasilnya berupa gencatan senjata selama dua pekan yang diumumkan akhir pekan lalu.

Namun Israel menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup Lebanon.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, secara blak-blakan menyatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan, Iran bisa diserang.

Serangan Israel di hari pertama gencatan senjata saja menewaskan lebih dari 254 orang di Lebanon.

Israel mengaku telah mengepung Bint Jbeil sepenuhnya dan mengklaim telah membunuh lebih dari 100 pejuang Hizbullah.

Namun klaim kematian 20 tentara dalam satu penyergapan justru menunjukkan bahwa perlawanan di kota itu masih sangat kuat.

Bint Jbeil yang berjarak hanya 5 kilometer dari perbatasan Israel dijuluki sebagai Ibu Kota Perlawanan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menyerah dan akan bertahan dalam pertempuran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung