Repelita Galicia - Perang yang sedang berkecamuk di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran tidak menyurutkan perhatian dunia terhadap fenomena lain yang tak kalah viral, yakni seorang ibu desa asal Spanyol yang wajahnya sangat mirip dengan Presiden Donald Trump.
Dolores Leis Antelo, petani dari wilayah Cabana de Bergantinos, Galicia, justru semakin populer di tengah hiruk-pikuk konflik global setelah fotonya beredar luas di media sosial.
ADVERTISEMENT
Wajah dan bentuk tengkorak kepala ibu desa itu dinilai memiliki kemiripan luar biasa dengan Trump, terutama dari segi gaya rambut blond khas dan ekspresi wajahnya yang serupa.
Foto yang awalnya diambil untuk liputan sederhana tentang kehidupan pedesaan tersebut berubah menjadi fenomena global dan membuat namanya lebih populer dari sebelumnya.
Akun @bushcoo di Twitter turut menyebarkan foto Antelo tengah membawa cangkul sembari memandang ke arah kanan, yang langsung memicu gelak tawa dan kehebohan di dunia maya.
Seorang warganet menjuluki Antelo dengan sebutan Donald Trump dari Costa da Morte, sebuah unggahan yang berhasil disukai lebih dari 2.900 kali oleh pengguna lain.
Sumber:
@bushcoo di Twitter - unggahan 13 April 2026
"Cuitan: Foto saya sepertinya sudah beredar di mana-mana. Saya bisa tahu dari warna rambut. Bayangkan jika kami berada di keluarga Donald Trump!"
Meski menjadi sorotan dunia dan dijuluki Trump versi Spanyol di tengah ketegangan perang Iran, Antelo justru santai menanggapi viralitas tersebut.
Ia disebut tidak menggunakan smartphone sehingga tidak terlalu mengikuti perkembangan media sosial yang terus membicarakan kemiripan dirinya dengan presiden AS.
Antelo menganggap kemiripan itu hanya kebetulan belaka sementara dirinya tetap menjalani hidup sederhana di peternakan, jauh dari perhatian publik yang justru semakin meningkat.
Putri Antelo, Ana, ikut menambahkan kelakar bahwa kemiripan tersebut membuat mereka seolah berada dalam satu keluarga dengan Presiden Amerika Serikat.
Ibu desa yang mengaku senang bekerja di ladang itu menyatakan akhir-akhir ini mulai kesusahan menanam kentang karena cuaca sedang kering.
Untungnya kami tidak mempunyai ngengat Guatelama, kelakar Antelo menanggapi situasi yang dihadapinya di tengah fenomena ketenaran tak terduga yang menimpanya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok