Berita, Nasional

Peringatan Menhan Soal “Negara Dalam Negara” Kembali Disorot, Pengawasan di Kawasan IMIP Dipertanyakan

Repelita.id

23 May 2026 13:26 WIB

Peringatan Menhan Soal “Negara Dalam Negara” Kembali Disorot, Pengawasan di Kawasan IMIP Dipertanyakan
Foto: Istimewa

Repelita Morowali - Kondisi pengawasan kedaulatan di wilayah industri pengolahan nikel Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dikabarkan sama sekali belum menunjukkan perubahan signifikan meskipun pergantian kepemimpinan nasional telah bergulir ke pemerintahan baru.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Morowali sisa masa jabatan periode 2014-2019 mengungkapkan bahwa gerbang penerbangan internasional di dalam kawasan industri terintegrasi tersebut masih beroperasi secara bebas tanpa tersentuh pengawasan fisik dari aparat keimigrasian maupun kepabeanan.

ADVERTISEMENT

Ketiadaan kendali dari otoritas resmi negara penegak hukum ini berdampak pada kaburnya data riil mengenai jumlah pergerakan logistik asing serta keluar masuknya puluhan ribu tenaga kerja dari luar negeri yang diangkut menggunakan maskapai penerbangan komersial.

Tembok eksklusivitas korporasi berskala raksasa tersebut terbukti sangat kokoh hingga membuat jajaran wakil rakyat di parlemen daerah maupun instansi pemerintah daerah setempat selalu dihalang-halangi saat berupaya melakukan peninjauan strategis ke lapangan.

Dampak dari ketertutupan wilayah industri yang berjalan bertahun-tahun ini memicu meluasnya konflik sosial agraria berupa penyerobotan lahan perkebunan masyarakat lokal serta tindakan kriminalisasi sepihak oleh aparat terhadap warga yang vokal memperjuangkan hak ruang hidup mereka.

"kapasitas Bang Irwan siap sebagai ketua DPRD Morowali apakah benar DPRD Morowali tidak bisa masuk ke kawasan industri ini itu gak diperbolehkan kami sangat curiga di situ kok pesawat airbus Boeing dari Cina langsung turun ke Morwali tiga kali flight per hari yang kami temukan di satu kawasan industri PT Wangsiang itu ada mengeluarkan ee surat administrasi mereka itu menggunakan stempel palu arit ini fakta loh di kawasan industri IMIP bendera merah putih berkibar dengan tegak itu sangat berat kami mau ungkapkan karena apa di kawasan industri PTMIP itu sudah kebanyakan nama-nama jalan itu nama-namanya sudah tulisan Cina saya sedih banget hari ini banyak saudara-saudara saya yang dipenjara yang yang mempertahankan hak-hak mereka sampai dikriminalisasi oleh para aparat dan hari ini detik ini masih banyak yang berteriak tentang hak-hak mereka tanah mereka kebun mereka yang dirampas oleh oligarki hari ini rezim Pak Joko Widodo memang sangat kejam bagi kami bahkan dia yang meresmikan kawasan industri tersebut dan bandara kami dibungkam jangan bersuara keras adik saya saja sampai dia berdarah-darah kedaulatan wilayah kami Bang sudah hampir dari ujung Morowali sampai ujung Morawali dikuasai oleh orang-orang Cina"(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung