Berita, Nasional

Peringatkan Potensi Ledakan Sosial Ijazah Gibran, Amien Rais Minta Presiden Prabowo Buang Sang Wapres

Repelita.id

17 October 2026 23:20 WIB

Peringatkan Potensi Ledakan Sosial Ijazah Gibran, Amien Rais Minta Presiden Prabowo Buang Sang Wapres
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan politik tegas menyikapi kehebohan isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kritik tajam serta peringatan politik tersebut disampaikan Amien Rais melalui tayangan kanal YouTube Amien Rais Official pada Sabtu 17 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Amien Rais menilai kepala negara perlu segera menjalin perbincangan khusus dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo guna membahas kelangsungan posisi Gibran di kursi kepemimpinan nasional.

"Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak," kata Amien Rais di kanal YouTube Amien Rais Official.

"Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita," lanjut dia.

Tokoh senior politik itu menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memegang tanggung jawab penuh terhadap stabilitas nasional apabila membiarkan eskalasi amarah publik meluas.

Ia mewanti-wanti agar Istana tidak meremehkan gejolak sosial ini lantaran berpotensi memicu munculnya gerakan massa atau people power di berbagai daerah.

"Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur," ungkap Amien Rais.

Selain menyampaikan kekhawatiran terkait potensi ledakan sosial, Amien Rais meyakini roda pemerintahan akan berjalan jauh lebih efektif tanpa kehadiran sosok Gibran.

Ia memberikan saran terbuka agar Presiden Prabowo mengambil tindakan berani demi mengamankan efektivitas sisa masa jabatan kepresidenannya.

“Untuk Pak Prabowo, tiga tahun masa bakti Anda akan lebih produktif kalau Gibran di-drop saja, selesai,” imbuhnya.

Guncangan politik ini kembali mencuat ke permukaan seiring maraknya pembahasan pertimbangan hukum putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan perkara yang diajukan Denny Indrayana.

Pertimbangan hukum tersebut menyita perhatian khalayak karena menyinggung masalah ketiadaan bukti dokumen ijazah SMA sederajat milik Gibran dalam berkas pemeriksaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung