Berita, Nasional

Pernyataan Rocky Gerung Soal Stunting MBG Dinilai Cacat Logika Dan Menyesatkan

Repelita.id

03 October 2026 19:47 WIB

Pernyataan Rocky Gerung Soal Stunting MBG Dinilai Cacat Logika Dan Menyesatkan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pengamat politik Rocky Gerung terkait program pemerintah menuai sorotan tajam publik.

Kritik tersebut menyoroti kalimat bernada prediktif yang menyatakan bahwa tidak memilih program Makan Bergizi Gratis sekarang memicu stunting lima belas tahun mendatang.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu langsung memicu perdebatan luas di tengah masyarakat karena dinilai mengandung lompatan penalaran serta cacat logika mendasar.

Para pengamat kebijakan publik menyebut pandangan tersebut sebagai bentuk penyederhanaan ekstrem serta kesalahan dalam membaca hubungan sebab-akibat.

Analisis mendalam menunjukkan adanya lompatan kausalitas yang mengubah korelasi gizi menjadi klaim mutlak penolakan program berujung stunting.

Selain itu, argumen tersebut dianggap masuk dalam kategori lereng licin karena mengasumsikan skenario terburuk tanpa memperhitungkan variabel lain.

Kompleksitas masalah kesehatan masyarakat serta kondisi ekonomi keluarga direduksi secara berlebihan ke dalam satu pilihan kebijakan tunggal.

Dari sudut pandang medis, pencegahan dan penentuan kasus stunting secara ilmiah berfokus pada fase seribu hari pertama kehidupan anak.

Fase kritis tersebut dimulai sejak anak berada dalam kandungan hingga berusia genap dua tahun pertama perkembangannya.

Kondisi stunting tidak baru muncul atau ditentukan pada usia belasan tahun hanya karena persoalan menu makanan di bangku sekolah dasar.

Anak usia sekolah yang tidak mendapatkan program bantuan makanan hari ini tidak serta-merta menjadi stunting karena fase kritisnya telah terlewati.

Pola retorika semacam itu dinilai lebih menonjolkan unsur menakut-nakuti ketimbang menghadirkan argumen berbasis pembuktian ilmiah yang akurat.

Perdebatan ini terus bergulir di berbagai ruang diskusi publik sebagai bentuk pengujian terhadap nalar sehat dalam menilai program pemerintah. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung