Berita, Timur Tengah

Pesawat Intel Canggih Seharga Rp11,8 Triliun Ini Bisa Luluh Lantak Dihantam Rudal Ratusan Juta

Repelita.id

01 April 2026 19:32 WIB

Pesawat Intel Canggih Seharga Rp11,8 Triliun Ini Bisa Luluh Lantak Dihantam Rudal Ratusan Juta
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Pesawat intelijen canggih E-3 Sentry AWACS milik Amerika Serikat yang diperkirakan bernilai hingga Rp11,8 triliun berhasil dilumpuhkan oleh serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, pada akhir Maret 2026.

Serangan yang dilancarkan Teheran sebagai bagian dari operasi balasan terhadap agresi AS-Israel itu menyebabkan hancurnya pesawat pengintai strategis tersebut yang sangat dikenal dengan ciri khas radar berputar di atas badan pesawat.

ADVERTISEMENT

Pesawat dengan nomor registrasi 81-0005 yang merupakan bagian dari Wing Pengendali Udara 552 Angkatan Udara AS itu hancur pada bagian yang menjadi tempat radar pengawasan AN/APY-2, berdasarkan citra yang tersebar di media sosial dan dikonfirmasi oleh analis intelijen sumber terbuka.

Dalam serangan yang terjadi pada Jumat (27/3/2026) itu, Iran menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone yang juga berhasil merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker di pangkalan yang sama.

E-3 Sentry merupakan aset vital bagi AS karena kemampuannya sebagai pusat komando udara yang dapat mendeteksi, mengidentifikasi, dan mengarahkan serangan terhadap target musuh dari jarak ratusan kilometer.

Kerugian ini menambah panjang daftar alutsista AS yang hancur sejak perang meletus pada 28 Februari 2026, termasuk tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh akibat tembakan ramah (friendly fire) dan setidaknya 12 drone MQ-9 Reaper yang berhasil ditembak jatuh.

Menurut laporan Infodefensa pada 29 Maret 2026, kehancuran pesawat E-3 Sentry ini menjadi pukulan telak bagi kemampuan AS dalam memantau ancaman dan mengoordinasikan operasi udara di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Iran juga telah merusak lima unit KC-135 di pangkalan yang sama pada pertengahan Maret 2026, menunjukkan efektivitas serangan balasan Tehran yang terus menguras persenjataan AS.

Meskipun bernilai miliaran dolar, kehancuran pesawat intelijen canggih ini menjadi bukti bahwa alutsista super mahal sekalipun dapat luluh lantak oleh serangan rudal dan drone yang harganya hanya sebagian kecil dari nilai aset yang dihancurkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung