Repelita [Jakarta] - Otoritas China hingga kini masih bungkam terkait insiden jatuhnya pesawat ringan yang menabrak Menara CITIC di pusat kota Beijing.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) tersebut menewaskan sang pilot dan mengakibatkan sedikitnya 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT
Pemerintah setempat hanya merilis pernyataan singkat berisi fakta dasar tanpa penjelasan mengenai motif maupun kronologi detail kejadian di gedung pencakar langit tertinggi tersebut.
Lokasi tabrakan yang berada dekat dengan markas besar Partai Komunis, Zhongnanhai, memicu kekhawatiran besar akan celah keamanan di wilayah dengan zona larangan terbang paling ketat di dunia.
Kondisi gedung setinggi 109 lantai itu telah ditutup menggunakan papan, sementara aparat keamanan mulai menghapus seluruh rekaman insiden tersebut dari jagat maya.
Sejumlah perusahaan penerbangan swasta pun mengaku telah menerima perintah khusus dari otoritas terkait untuk menghentikan operasional pesawat ringan.
Kami diberi tahu untuk tidak membicarakannya. Silakan tanya pihak lain, ujar seorang staf di lembaga pelatihan penerbangan Beijing.
Fenomena penyensoran ini bahkan merambah hingga penghapusan foto-foto bangunan tersebut di media sosial meski tidak memiliki kaitan langsung dengan kecelakaan.
Manya Koetse, pengelola buletin Eye on Digital China, menduga langkah represif tersebut dilakukan karena pemerintah masih kebingungan atas apa yang sebenarnya terjadi.
Ini adalah insiden yang sangat tidak biasa, ujarnya, seraya menambahkan bahwa hal itu mempertanyakan kompetensi pemerintah dan mengancam narasi penting partai.
Analis keamanan, Raymond Kuo, menilai peristiwa ini merupakan tamparan keras bagi sistem pertahanan udara China yang selama ini dianggap sangat disiplin.
Fakta bahwa sebuah pesawat kecil, yang jauh lebih besar daripada kebanyakan drone, mampu terbang melintasi sebagian besar kota dan mendekati Zhongnanhai merupakan hal yang memalukan secara politik dan merupakan kelalaian keamanan besar, kata Kuo.
Beberapa pihak membandingkan peristiwa ini dengan insiden pendaratan pesawat ringan di Lapangan Merah Moskow pada tahun 1987.
Chong Ja Ian dari Carnegie China memprediksi akan ada banyak pejabat yang kehilangan jabatannya akibat kegagalan sistem keamanan fatal ini.
Sebuah pesawat kecil yang menabrak Menara CITIC berarti drone atau rudal juga mungkin bisa melakukannya. Ini sedikit memalukan bagi layanan keamanan yang bertanggung jawab atas Beijing, pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok