Repelita Mildenhall - Sebuah pesawat tanker tua milik Angkatan Udara Amerika Serikat tiba di landasan RAF Mildenhall dengan kondisi fisik yang mencolok penuh tambalan, seolah berbicara tentang apa yang telah dilaluinya di medan konflik.
Pesawat jenis KC-135R Stratotanker dengan nomor registrasi 59-1444 itu mendarat pada Minggu (12/4/2026) menggunakan callsign REACH 717 di pangkalan militer Inggris tersebut.
ADVERTISEMENT
Perhatian publik justru tertuju pada kondisi fisik pesawat yang terlihat tidak utuh seperti biasanya karena bercak-bercak dengan warna berbeda menyelimuti beberapa bagian fuselage.
Para pengamat penerbangan yang berada di sekitar pangkalan menyebut tambalan itu menyerupai hasil penanganan cepat di medan operasi, lazim dilakukan ketika pesawat mengalami kerusakan akibat serpihan ledakan.
Dugaan pun mengarah pada skenario yang lebih serius karena informasi yang beredar menyebut pesawat ini sebelumnya ditempatkan di Pangkalan Udara Prince Sultan, salah satu titik strategis militer AS di kawasan Teluk.
Pangkalan tersebut dilaporkan menjadi target dalam rangkaian serangan yang dikaitkan dengan Iran pada Maret 2026 lalu.
Jika benar, maka tambalan yang kini terlihat bukan sekadar bekas perawatan melainkan jejak dari paparan langsung terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.
Serpihan atau shrapnel diduga menghantam badan pesawat saat berada di area operasi, memaksa teknisi melakukan perbaikan cepat agar pesawat tetap dapat terbang.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak militer AS terkait kondisi pesawat tanker tersebut.
Kehadirannya di Inggris dengan kondisi demikian memunculkan spekulasi tentang intensitas operasi dan risiko yang dihadapi armada udara AS di kawasan konflik.
Di balik denting logam yang ditambal dan cat yang tak seragam, tersirat satu pesan bahwa di langit yang tampak tenang, perang tetap meninggalkan jejak bahkan pada pesawat yang hanya bertugas mengisi bahan bakar di udara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok