Repelita [Jakarta] - Kekeliruan data yang tersaji dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan DPR disinyalir mengandung unsur kesengajaan.
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi Iwan Sumule mencurigai adanya pihak yang berupaya merusak marwah serta kredibilitas Presiden lewat penyetoran informasi yang tidak akurat.
ADVERTISEMENT
"Ada pengkhianat, yang bukan saja sekedar ingin merusak reputasi dan kredibilitas presiden, tapi sudah mengarah ingin menjatuhkan presiden," kata Iwan Sumule.
Sosok yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan ini menilai wajar gelombang kritik masyarakat terkait pernyataan presiden yang menyebut sosok Ibu Susana berprofesi pengupas bawang berupah Rp700 ribu per kilogram.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa figur tersebut sejatinya melakoni pekerjaan pemilah serta penjahit kain perca.
Iwan menegaskan bahwa kekeliruan data sama sekali tidak boleh terjadi pada panggung resmi kenegaraan yang memapar program serta alokasi anggaran negara.
"Terutama terkait basis data, karena semua programatik pemerintah disusun dan dibuat berdasar basis data yang tepat dan akurat," tegas Iwan.
Kinerja tim komunikasi kepresidenan dalam hal ini Badan Komunikasi Republik Indonesia disorot tajam karena dianggap lalai hingga mencoreng reputasi kepala negara.
Kekhilafan tersebut dinilai janggal mengingat profil Ibu Susana sebagai penjahit kain perca sempat diunggah pada kanal resmi YouTube milik Bakom RI.
"Kan gile, karena sebelumnya sudah ditampilkan di medianya Bakom, tukang jahit, bukan tukang kupas bawang. Artinya, memang ada yang ingin presiden salah," pungkas Iwan Sumule. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok