Repelita Beirut - Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam berjanji akan mengakhiri serangan Israel yang dilakukan terhadap negaranya dan mengamankan penarikan pasukan Zionis dari seluruh wilayah Lebanon.
"Pemerintah kami akan berupaya mengakhiri perang ini, mengamankan penarikan Israel dari seluruh wilayah kami, dan mengamankan kembalinya semua tahanan kami," kata Salam seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (12/4/2026).
ADVERTISEMENT
Salam juga berjanji akan menjaga kedaulatan wilayah Lebanon dari ancaman Israel terutama wilayah Lebanon selatan yang dibidik Israel untuk dijadikan zona penyangga.
“Wilayah selatan tidak akan ditinggalkan lagi untuk menghadapi ketakutan, kehancuran, dan kecemasan tentang masa depannya. Perlindungannya, seperti perlindungan seluruh Lebanon, hanya dapat dicapai melalui negara yang tunggal, kuat, dan adil,” lanjut Salam.
Israel mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026 dengan tujuan membasmi Hizbullah yang telah membantu Iran berperang melawan Israel dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan terus menyerang Lebanon sampai ia berhasil membasmi Hizbullah.
Pada Sabtu (11/4/2026), Netanyahu mengatakan akan berhenti menyerang Lebanon jika Hizbullah mau melucuti senjata mereka.
Belakangan ini serangan Israel ke Lebanon makin intens karena Lebanon tidak dilibatkan dalam gencatan senjata dua pekan antara AS, Iran, dan Israel yang disepakati pada 7 April.
Terbaru, Israel menyerang Lebanon pada 8 April pekan lalu dan menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang serta melukai 1.165 lainnya.
Sejauh ini serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 2.055 orang sementara hampir 6.600 orang lainnya mengalami luka-luka.
Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon juga terpaksa mengungsi ke tempat aman untuk menghindari gempuran militer Zionis.
Serangan Israel ke Lebanon ini telah dikecam oleh banyak pihak terutama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menilai serangan tersebut mengganggu upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Sejak awal Maret lalu Lebanon sebenarnya sudah berupaya melobi Israel agar serangan bisa berakhir namun upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok