Berita, Nasional

Pola Politik Purbaya Yudi Sadewa Mirip SBY dan Anies Baswedan Menuju Pilpres 2029

Repelita.id

17 September 2026 22:09 WIB

Pola Politik Purbaya Yudi Sadewa Mirip SBY dan Anies Baswedan Menuju Pilpres 2029
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Saeful Zaman pada Kamis, 17 September 2026, menyoroti fenomena politik menarik mengenai Purbaya Yudi Sadewa.

Dalam tayangan tersebut, sang pembawa acara menjelaskan bahwa figur Purbaya kini tengah menjadi sorotan hangat di kalangan netizen serta media mainstream setelah adanya momen perpisahan yang emosional di Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

Gaya kepemimpinan dan situasi yang dialaminya dinilai memiliki pola yang sangat mirip dengan perjalanan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Anies Baswedan, sehingga memicu spekulasi tentang potensinya maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2029 mendatang.

Saeful Zaman memaparkan bahwa kemiripan dengan SBY terlihat dari bagaimana simpati publik mengalir ketika seorang tokoh diposisikan dalam situasi yang terzalimi atau diberhentikan secara mendadak.

Pola tersebut mengingatkan pada masa kepemimpinan Presiden Megawati, di mana SBY yang kala itu menjabat sebagai menteri akhirnya berhasil meraih dukungan masif dari masyarakat hingga memenangkan pemilu dua periode setelah mendirikan Partai Demokrat.

Selain itu, karakter Purbaya yang dinilai pintar dan terdidik juga disebut memiliki kesamaan daya tarik dengan Anies Baswedan dalam memikat hati masyarakat serta kalangan civil society.

Di sisi lain, video tersebut juga menyoroti kinerja beberapa menteri kabinet lainnya, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Dalam sebuah rekaman yang disertakan pada unggahan tanggal 17 September 2026 tersebut, Nusron Wahid memberikan pernyataan tegas mengenai fenomena mafia tanah di Indonesia.

Nusron Wahid menyatakan, "mafia tanah itu sampai kiamat pun pasti akan kiamat kurang 2 hari pun itu masih akan ada selama apa namanya maapi tanah itu tindak kejahatan orang bertindak jahat itu pasti ada caranya gimana caranya ya udah caranya adalah orang BPN harus kuat kuat harus proper ya kan harus proper tidak tergoda dan kuat tegas dalam prinsip tegas dalam menegakkan aturan itu aja cukup kalau kita melarang orang berbuat jahat semua orang ini ada potensi untuk berbuat jahat masalahnya termasuk anda yang penting kita yang sebagai apa regulator ini tidak mau diajak kongkal berbuajar dia tidak mungkin bisa termasuk kasusnya tanahnya Pak JK ini kalau ditanya siapa yang salah pada masa yang salah yang salah ya orang BPN pada masa itu kenapa satu objek bisa terbit dua dua subjek berarti ada yang tidak proper di dalam kalangan internal kami di BPN".

Melalui narasi yang disampaikan dalam video di kanal Saeful Zaman, publik diajak untuk melihat bagaimana dinamika politik ke depan tidak akan selalu bisa didominasi oleh kekuatan uang atau politik transaksional semata.

Kehadiran pemilih dari generasi Z serta milenial yang semakin melek media sosial diprediksi mampu mengubah peta konstelasi politik nasional secara signifikan.

Dengan basis pendukung yang terus bertumbuh secara organik, figur-figur yang dinilai realistis dan memiliki rekam jejak kedekatan dengan rakyat kecil diprediksi akan menjadi penentu arah baru pada masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung