Berita, Hukum

Polisi Buru Frendy Dona alias Fhoku, Dalang Lab Narkoba Apartemen Callia

Repelita.id

24 April 2026 19:35 WIB

Polisi Buru Frendy Dona alias Fhoku, Dalang Lab Narkoba Apartemen Callia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri resmi menetapkan seorang pria bernama Frendy Dona alias Fhoku sebagai buronan negara.

Pria ini diduga kuat menjadi dalang utama di balik peredaran sabu dan cairan vape beracun yang mengandung etomidate.

ADVERTISEMENT

Penetapan daftar pencarian orang (DPO) ini dilakukan setelah polisi membongkar praktik laboratorium narkoba gelap di Apartemen Callia, Jakarta Timur.

Fhoku disebut sebagai aktor intelektual sekaligus pengendali utama produksi narkotika jenis sabu dan cairan rokok elektrik mematikan tersebut.

"Kami secara resmi menetapkan seorang DPO atas nama Frendy Dona yang berperan sebagai pengendali Clan Lab Etomidate di Jakarta. Identitasnya telah kami sebarluaskan agar ruang geraknya semakin sempit," tegas Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, pada Kamis (23/4/2026).

Pengungkapan kasus di Apartemen Callia membuka mata publik tentang modus baru para bandar dalam menyamarkan barang haram.

Di lokasi mewah tersebut, polisi menemukan fasilitas laboratorium khusus untuk meracik etomidate ke dalam cairan vape yang sehari-hari digunakan anak muda.

Etomidate sebenarnya adalah obat bius kerja singkat untuk keperluan medis.

Namun jika disalahgunakan lewat uap rokok elektrik, zat ini dapat merusak sistem saraf pusat, mengganggu pernapasan, hingga menyebabkan kematian mendadak.

Keberadaan lab gelap di tengah pemukiman vertikal menunjukkan betapa beraninya sindikat ini bersembunyi di keramaian.

Apartemen dipilih karena tingkat privasinya yang tinggi sehingga aktivitas ilegal sulit tercium tetangga.

Saat ini lokasi tersebut sudah dipasangi garis polisi dan seluruh peralatan produksi telah disita sebagai barang bukti.

Sebelum menetapkan Fhoku sebagai buronan, polisi lebih dulu menangkap Ananda Wiratama yang berperan sebagai pengendali kurir.

Ananda bertugas mendistribusikan hasil produksi dari Apartemen Callia ke berbagai wilayah di Indonesia.

Penangkapan kurir ini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk memetakan struktur organisasi sindikat narkoba tersebut.

Meski kurir sudah tertangkap, polisi menekankan bahwa selama Fhoku masih berkeliaran, ancaman kebangkitan sindikat ini tetap ada.

Pengejaran terhadap Fhoku pun terus diintensifkan dengan melibatkan koordinasi lintas satuan di seluruh Indonesia.

Polri telah merilis foto dan ciri-ciri fisik buronan ke berbagai media massa dan platform digital.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat bisa berperan aktif menjadi mata dan telinga kepolisian di lapangan.

Polisi menjamin kerahasiaan identitas setiap pelapor yang memberikan informasi valid soal keberadaan tersangka.

Masyarakat yang melihat atau memiliki informasi terkait Fhoku diminta segera melapor ke nomor hotline resmi Bareskrim Polri.

“Partisipasi publik sangat kami harapkan. Jika Anda melihat orang dengan ciri-ciri tersebut, jangan melakukan tindakan sendiri, segera hubungi kontak kami atau lapor ke kantor polisi terdekat,” papar Eko.

Kasus vape beracun ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat tingginya tren penggunaan rokok elektrik di kalangan generasi muda Indonesia.

Peredaran narkoba jenis baru ini dinilai sebagai ancaman laten bagi kesehatan nasional.

Bareskrim Polri berkomitmen tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga memburu pemodal dan otak di balik laboratorium gelap tersebut.

Penindakan tegas di Apartemen Callia diharapkan menjadi pesan kuat bagi sindikat lain bahwa tidak ada tempat aman untuk bersembunyi, bahkan di balik tembok apartemen mewah sekalipun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung