Repelita [Jakarta] - Sorotan publik terhadap kreativitas Kepolisian Republik Indonesia kembali mencuat di media sosial menyusul penggunaan tepung ubi dalam pemadaman kebakaran.
Aktivis Edy Bayo Regar melayangkan sindiran melalui akun X @regar_op0sisi pada 24 Agustus 2026 pukul 4.17 PM.
ADVERTISEMENT
"Sungguh kreatif sekali kepolisian Republik Indonesia ini. Tepung dari ubi bisa meredam api," tulis akun @regar_op0sisi.
Unggahan tersebut seketika memantik respons lucu dan beragam dari pengguna platform X.
"Tepung bola2 katanya, onde onde dong," tulis akun @kanjengespresso.
Warganet lain menyontohkan alternatif media pemadam api lain dengan nada humoris.
"tepung. pasir. kencing juga bisa matiin api sih pak," tulis akun @imanuel_fl.
Tanggapan bernada sindiran mengenai nilai ekonomis bahan lain turut disampaikan pengguna media sosial.
"Kenapa ga pasir aja sekalian, abis di pake buat padamin api kan bisa dijual lagi," tulis akun @celoteh_belaka.
Pertanyaan mengenai pencetus ide penggunaan metode tersebut juga muncul di kolom komentar.
"Siapa yg bisikin ide ajaib ke Prabowo?" tulis akun @nanadehoney.
Pemilik akun pengunggah kemudian membalas pertanyaan tersebut secara singkat.
"Kapolri," tulis akun @regar_op0sisi.
Sementara itu warganet lain memprediksi dampak ekonomi pasar atas metode pemadaman tersebut.
"Wah harga tepung ubi bakal naek nih.." tulis akun @HikmatiAgung.
Komentar tersebut lantas direspons kembali dengan nada peringatan santai.
"Siap siap pokoknya," tulis akun @regar_op0sisi.
Hingga saat ini belum ada tanggapan ataupun penjelasan teknis resmi dari pihak kepolisian terkait efektivitas metode pemadaman tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Sungguh kreatif sekali kepolisian Republik Indonesia ini.
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) August 24, 2026
Tepung dari ubi bisa meredam api 🤣 pic.twitter.com/mgjaj6nYca