Repelita [Jakarta] - Aksi mantan Presiden Joko Widodo saat melawat ke Lampung baru-baru ini menuai sorotan tajam publik.
Foto yang memperlihatkan sosok tersebut duduk di sebuah singgasana sambil meletakkan kaki di atas kepala kerbau yang telah dipotong menjadi perbincangan panas.
ADVERTISEMENT
Banyak pihak menafsirkan gestur itu sebagai pernyataan simbolik yang provokatif terhadap pihak tertentu.
Dalam laporan yang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV pada 30 Juni 2026, aksi ini dinilai sebagai pesan terselubung untuk menantang eksistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pakar komunikasi politik, Lukas Luwarso, memandang manuver itu sebagai skenario teater politik untuk memoles citra Partai Solidaritas Indonesia.
Namun, upaya safari politik di luar periode kampanye resmi ini dinilai kurang mendapatkan dukungan signifikan dari warga setempat.
Selain kurangnya animo masyarakat, tim lapangan yang mengorganisir agenda tersebut juga mendapat sorotan tajam karena melibatkan sejumlah tokoh dengan rekam jejak hukum yang tidak bersih.
Kekuatan pengaruh mantan RI-1 ini tampak tidak lagi sehebat masa lalu saat dirinya masih memiliki otoritas penuh atas birokrasi dan instansi pemerintahan.
Dampaknya, strategi komunikasi yang dianggap kontroversial itu kini justru memicu gelombang protes keras dari berbagai lapisan masyarakat di daerah kunjungan.
Konstelasi di tingkat akar rumput pun diprediksi akan semakin memanas seiring dengan meningkatnya ketegangan sosial yang dipicu oleh manuver politik tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok