Repelita [Jakarta] - Suasana politik nasional mendadak riuh setelah beredarnya poster digital yang mempromosikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden.
Poster tersebut menyebar luas melalui grup WhatsApp sejak Jumat, 12 Juni 2026, tak lama setelah aksi unjuk rasa besar di kawasan Jakarta Pusat berakhir.
ADVERTISEMENT
Tampilan visual poster menunjukkan foto Gibran dengan pakaian formal lengkap dengan atribut kepresidenan, disertai narasi provokatif mengenai sosok pemimpin muda masa depan.
Hingga saat ini, pihak pembuat maupun penyebar awal konten kampanye prematur tersebut masih menjadi teka-teki bagi publik.
Kemunculan poster itu bertepatan dengan seruan Amien Rais melalui kanal YouTube Amien Rais Official yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan saat ini.
Mantan Ketua MPR tersebut meminta seluruh unsur bangsa menghormati masa jabatan Presiden Prabowo Subianto hingga berakhir sesuai konstitusi pada 20 Oktober 2029.
Ritme pergantian kekuasaan per 5 tahun sekali sesuai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 harus kita pertahankan agar tidak ada pemerintahan pusat yang diturunkan di tengah jalan, ujar Amien.
Terkait wacana pemakzulan yang sempat berhembus, Amien menilai langkah tersebut hampir mustahil dilakukan mengingat konstelasi politik dan aturan hukum yang berlaku saat ini.
“Semarah apa pun kita pada Gibran, dengan konstelasi pimpinan DPR-MPR yang sekarang ini, kiranya melakukan pemakzulan terhadap Gibran itu juga sangat sangat sulit,” tegasnya.
Di tengah imbauan untuk memberikan kesempatan bagi pemerintah bekerja, kemunculan poster tersebut dinilai sebagai upaya pihak tertentu dalam mengalihkan isu atau sekadar memanaskan situasi.
Belum ada pernyataan resmi baik dari lingkungan Istana Wakil Presiden maupun pihak relawan terkait kemunculan konten bernada kampanye dini tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok