Berita, Nasional

Prabowo Bawa Menteri ESDM Bahlil ke Rusia Temui Putin, Misi Amankan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global

Repelita.id

13 April 2026 10:58 WIB

Prabowo Bawa Menteri ESDM Bahlil ke Rusia Temui Putin, Misi Amankan Pasokan Minyak di Tengah Krisis Global
Foto: Istimewa

Repelita Moskow - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ikut dalam rombongan Presiden Prabowo Subianto yang bertolak ke Rusia pada Minggu (12/4/2026) malam untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin pada Senin (13/4/2026).

Rombongan dari Indonesia ini membawa misi penting yang berkaitan dengan keamanan pasokan minyak dalam negeri di tengah tekanan kenaikan harga energi global akibat perang di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa Prabowo akan membahas sejumlah isu strategis termasuk penguatan ketahanan energi nasional melalui kelanjutan kerja sama dengan pemerintah Rusia.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Selain itu Teddy menjelaskan bahwa kedua kepala negara juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan geopolitik dunia yang terus berubah.

“Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” ucapnya.

Teddy menyebut pertemuan antara kedua pemimpin ini memiliki arti penting di tengah perubahan lanskap global yang dinamis.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” kata Teddy.

Seperti banyak negara lainnya, Indonesia berada di bawah tekanan akibat melonjaknya harga minyak global karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini merupakan produsen minyak tetapi tetap mengimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Bulan lalu pemerintahan Prabowo mengumumkan penjatahan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan bekerja dari rumah satu hari per minggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat cadangan energi.

Menteri Indonesia menyatakan bahwa harga minyak yang tinggi secara berkelanjutan dapat menyebabkan defisit anggaran melampaui batas yang telah ditetapkan.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov pada bulan Maret lalu menyatakan bahwa negaranya terbuka untuk menjual minyak ke Indonesia.

"Jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan mendapatkannya," kata Tolchenov saat kedua negara bersiap untuk latihan militer gabungan di pelabuhan Jakarta.

Tahun lalu Jakarta bergabung dengan blok BRICS yang terdiri dari negara-negara berkembang termasuk Rusia dan China.

Namun Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dengan apa yang disebut Dewan Perdamaian.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung