Repelita Jakarta - Cara Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik kepada kalangan pakar kembali menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di Threads membandingkan dua pernyataannya.
Akun @abangtv.id mengunggah pembahasan tersebut pada 26 September 2026 dengan menyoroti pernyataan Prabowo mengenai penghormatannya kepada para pakar.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Prabowo sebelumnya mengatakan, “SAYA PALING HORMAT SAMA PAKAR.”
Namun, unggahan yang sama juga mengingatkan adanya pernyataan Prabowo sebelumnya, yakni, “SAKING PINTERNYA MALAH JADI GOBLOK.”
@abangtv.id kemudian mempertanyakan perbedaan kedua pernyataan tersebut karena disampaikan oleh Presiden yang sama.
“Nah ini dia masalahnya. Coba perhatiin, dua-duanya keluar dari Presiden yang sama.”
Menurut akun tersebut, persoalan yang dibahas bukan semata-mata mengenai penghormatan Prabowo terhadap pakar, melainkan bagaimana seorang kepala negara menyampaikan kritik di ruang publik.
“Jadi ini bukan soal Pak Prabowo menghormati pakar atau nggak. Tapi soal cara seorang Presiden menyampaikan kritiknya di ruang publik.”
Pada unggahan berikutnya, @abangtv.id menjelaskan bahwa ucapan seorang Presiden memiliki jangkauan yang berbeda dibandingkan percakapan pribadi.
“Karena begitu ucapan Presiden keluar, konteksnya sudah berubah. Ini bukan lagi obrolan pribadi atau percakapan antar orang.”
Akun tersebut juga menyoroti bagaimana pernyataan seorang Presiden dapat diterima masyarakat setelah dikutip media maupun beredar dalam bentuk potongan video.
“Ada jutaan orang yang mendengar, media yang mengutip, potongan video yang beredar, dan publik yang kemudian membentuk persepsi dari sana.”
“ACARA SELESAI, TAPI UCAPANNYA BISA TERUS HIDUP DI RUANG DIGITAL.”
Dalam bagian ketiga unggahannya, @abangtv.id menyebut tantangan komunikasi Presiden bukan hanya mengenai pesan yang hendak disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dipahami masyarakat.
“Makanya menurut gue, tantangan komunikasi seorang Presiden bukan cuma “APA YANG MAU DISAMPAIKAN?” Tapi juga: “APA YANG AKAN DITANGKAP PUBLIK DARI CARA BELIAU MENYAMPAIKANNYA?””
Menurutnya, perhatian publik akhirnya dapat bergeser dari substansi kritik kepada pilihan kata yang digunakan ketika menyampaikan kritik tersebut.
“Karena yang terus dibicarakan publik akhirnya bukan substansi kritiknya, tapi satu kata yang dianggap merendahkan. Pesan yang sebenarnya ingin disampaikan Presiden bisa kalah oleh cara penyampaiannya sendiri.”
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar dari pengguna Threads dengan tanggapan yang beragam terhadap pernyataan Prabowo.
Akun @hey.isthatbilly menulis komentar yang mempertanyakan kondisi kesehatan Prabowo dan meminta adanya diagnosis dari psikiater klinis.
“Curiga dia Alzheimer, schizophrenia, atau dissociative identity? Ada psikiater klinis yg bisa diagnosa?”
Komentar lain datang dari @algoritmabandel yang menyoroti pernyataan Prabowo dan respons terhadap ucapan yang kemudian menjadi perhatian publik.
“Bangun wooiiii... Tidurnya terlalu miring itu, lupa dia sama ucapannya. Giliran viral nyalahin orang yg denger, nuduh diplintir”
Sementara @didierbagusjr menuliskan komentar singkat mengenai pernyataan tersebut.
“Blunder panggil blunder panggil, emang si npd ini begonya gak ngotak”
Pernyataan para pengguna Threads tersebut merupakan komentar dan pandangan pribadi masing-masing akun, sedangkan unggahan utama @abangtv.id berfokus pada persoalan cara komunikasi Presiden serta dampak pernyataan publik setelah disampaikan dan tersebar di ruang digital.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads