Berita, Nasional

Prabowo Ingatkan Gontor Jaga Independensi dan Tidak Terlibat Politik Praktis

Repelita.id

19 September 2026 17:28 WIB

Prabowo Ingatkan Gontor Jaga Independensi dan Tidak Terlibat Politik Praktis
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Negara Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, memberikan penekanan penting mengenai posisi lembaga pendidikan Islam agar senantiasa menjaga jarak aman dari aktivitas politik praktis.

Arahan dan pandangan tegas tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka perayaan momentum resepsi kesyukuran satu abad usia institusi pendidikan pesantren tersebut.

ADVERTISEMENT

Acara akbar peringatan seratus tahun berdirinya lembaga pendidikan tersebut dilangsungkan di wilayah Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada hari Sabtu.

Seluruh rangkaian penyambutan dan pidato kepala negara dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat luas melalui tayangan siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden yang berpusat di Jakarta.

Presiden menilai bahwa sikap menjaga jarak dari politik praktis merupakan hal fundamental demi mempertahankan nilai luhur serta karakter asli yang telah melekat pada pesantren selama seratus tahun.

Pentingnya posisi independen tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui kutipan pernyataannya dalam acara tersebut.

Pernyataan kepala negara tersebut berbunyi, Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik.

Pernyataan itu kemudian dilanjutkan dengan penegasan bahwa institusi tersebut tidak boleh ikut dalam pusaran politik praktis, namun tetap harus memahami dinamika politik yang berjalan.

Kepala negara mengingatkan bahwa institusi pesantren sebesar Pondok Pesantren Darussalam Gontor wajib memposisikan diri secara bijak di atas kepentingan berbagai kelompok maupun golongan partai politik tertentu.

Melalui penerapan posisi netral tersebut, lembaga pendidikan diharapkan mampu terus mempertahankan statusnya sebagai institusi independen yang murni berfokus pada bidang pendidikan dan pembentukan moral bangsa.

Komitmen menjaga jarak dari golongan tertentu ini dipertegas kembali oleh Presiden Prabowo Subianto melalui kutipan pernyataan aslinya di hadapan para santri dan undangan.

Pernyataan tersebut berbunyi secara ringkas bahwa Gontor harus di atas segala golongan politik.

Meskipun secara tegas melarang keterlibatan dalam dukung-mendukung politik praktis, kepala negara berpandangan bahwa pesantren tetap memegang peranan yang sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan nasional.

Posisi independen yang dipegang teguh justru diyakini akan memberikan keleluasaan bagi pesantren untuk menebar kontribusi yang jauh lebih luas di berbagai sektor kehidupan berbangsa.

Fleksibilitas dalam berkontribusi tanpa harus terikat dengan kepentingan politik sesaat tersebut ditekankan kembali melalui kutipan pernyataan resmi presiden.

Pernyataan tersebut berbunyi, Gontor tidak boleh ke mana-mana, tetapi harus ada di mana-mana.

Dalam kesempatan berharga di hadapan ribuan santri dan ulama tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam terhadap Panca Jiwa Gontor.

Kelima nilai fundamental tersebut selama ini terbukti konsisten menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter mental serta kepribadian para santri yang dididik di pesantren tersebut.

Panca Jiwa yang dimaksud mencakup lima pilar utama kehidupan pesantren, yakni semangat keikhlasan, jiwa kesederhanaan, kemandirian atau berdikari, ukhuwah Islamiyah, serta kebebasan yang bertanggung jawab.

Presiden memandang bahwa seluruh nilai luhur tersebut tidak hanya relevan untuk diterapkan di dalam pagar asrama pesantren semata, melainkan juga sangat mendesak sebagai pedoman hidup bermasyarakat.

Penerapan nilai-nilai luhur kepesantrenan di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara diyakini mampu memperkuat karakter moral generasi penerus bangsa pada masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung