Berita, Nasional

Prabowo Tegaskan MBG Tak Boleh Dipaksakan, Program Difokuskan untuk Anak Kurang Gizi Bukan Semua Kalangan

Repelita.id

18 April 2026 12:17 WIB

Prabowo Tegaskan MBG Tak Boleh Dipaksakan, Program Difokuskan untuk Anak Kurang Gizi Bukan Semua Kalangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Di tengah ambisi besar pemerintah menghadirkan program makan bergizi gratis (MBG) sebagai solusi nasional, muncul dorongan kuat untuk menajamkan arah kebijakan tersebut.

Bukan sekadar soal distribusi makanan, tetapi tentang memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan mereka yang paling membutuhkan, yaitu anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan gizi.

ADVERTISEMENT

Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memfokuskan program ini pada anak kurang gizi dinilai sebagai langkah strategis yang tak hanya tepat, tetapi juga mendesak untuk segera diwujudkan.

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, menilai dorongan tersebut sebagai titik balik penting dalam perjalanan program MBG.

Ia mengatakan pada Senin, 13 April 2026, bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar program tidak berjalan secara umum, melainkan lebih terarah.

Jadi ini memang sudah saatnya untuk melakukan evaluasi, sehingga tepat sasaran, ujar Lina.

Menurutnya, tujuan awal dari program MBG jelas menyediakan makanan bergizi secara gratis, namun dalam implementasinya target penerima harus diperjelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

Lina menegaskan bahwa program ini semestinya menyasar masyarakat yang secara ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, bukan hanya soal kemiskinan tetapi juga keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Ia menjelaskan bahwa faktor geografis dan sosial juga menjadi penghambat bagi sebagian anak untuk mendapatkan asupan nutrisi yang layak.

Mengakses itu artinya, misalnya jauh dari tempat dan segala macam, nah itu kemudian harus menjadi fokus seperti yang diinginkan Presiden, kata Lina.

Jadi kalau ditanya lagi apakah keinginan Prabowo tepat, jawabannya iya, tegasnya.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Lina mengusulkan penggunaan data penerima Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai dasar penentuan sasaran.

Menurutnya, data tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Saya pikir dengan cara melakukan sinkronisasi dengan sekolah, dengan PIP, ujar Lina.

Lebih jauh, ia menyarankan integrasi data tersebut dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diyakini mampu mempercepat proses verifikasi sekaligus meningkatkan akurasi penerima manfaat.

Keinginan agar program MBG lebih terfokus juga ditegaskan oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa program ini tidak ditujukan untuk semua kalangan.

Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya, kata Nanik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa distribusi program tidak boleh bersifat memaksa dan harus benar-benar berbasis kebutuhan.

Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan, MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi, ujar Nanik.

Dalam upaya memastikan efektivitas program, BGN juga tengah menyiapkan tim khusus untuk memilah penerima manfaat secara lebih akurat.

Nanik menegaskan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan merupakan fondasi utama keberhasilan MBG.

Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata, karena itu pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal, tuturnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung