Repelita Jakarta - Kinerja Pramono Anung bersama Rano Karno sebagai pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat sorotan positif melalui sebuah unggahan di Threads pada 9 September 2026.
Unggahan tersebut disampaikan akun @prastowoyustinus yang menyoroti respons Pramono ketika pemerintah daerah menghadapi pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun pada awal masa kepemimpinannya.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, @prastowoyustinus menulis, “Pak Pram dan Bang Rano”
“Saya ingat betul ketika awal2 Pak Pram menjadi Gubernur DKI. Kado awal yg diterima adalah pemotongan DBH 15 triliun! Kaget? Iya. Marah? No! Yang saya kaget, Pak Pram langsung memberi arahan cepat: anggaran pendidikan, kesehatan, sosial tak boleh berkurang. Lalu tukin ASN jangan sampai dikurangi. Yang pertama itu alasan pemerintah ada: melayani warga. Yang kedua, memastikan mesin hidup & bekerja.”
“Dwitunggal ini selalu saling dukung dan berbagi tugas dg apik di lapangan”
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah respons dari pengguna Threads yang menilai kepemimpinan Pramono secara positif serta membahas kebijakan dan gaya kerjanya selama memimpin Jakarta.
Akun @muhammadvirzy bahkan mengusulkan agar standar calon presiden pada Pemilu 2029 salah satunya mengacu pada sosok Pramono.
“Kita tetapkan bare minimum presiden RI 2029 adalah standart Mas Pram.”
“Mau siapapun calonnya, kalo ga pinter dan sat set jangan dipilih”
“Setuju ga?”
Komentar lain datang dari akun @latonanoo yang memberikan perbandingan singkat mengenai Pramono dengan menyebut, “Mas Pram itu BCA saat Mandiri blunder”
Sementara akun @sari_abank menyampaikan apresiasi atas informasi yang dibagikan mengenai penggunaan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Terima kasih Pak Pras atas infonya, sehingga kami warga Jakarta mengetahui bahwa pajak yang kami bayar benar2 digunakan untuk yang membutuhkan, selamat menjalani aktivitas hari ini, berkah dalem 🙏🏻😊”
Respons berikutnya datang dari @aqbarce yang membandingkan Pramono dengan kandidat lain dalam konteks kepemimpinan Jakarta.
“Untung Pak Pram yang jadi Gubernur, coba kalo RK 😂... Pasti Mobil Curhat penuh sama orang Jakarta yg Curhatin Gubernurnya”
Dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga disampaikan akun @agungpharm terkait kemungkinan penerbitan obligasi daerah.
“Kita mendukung jika Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi. Saya siap beli obligasi tersebut walaupun nilainya tidak banyak tapi jadi bentuk dukungan moril untuk tetap support pemerintah DKI Jakarta yang sudah bekerja dengan baik sejauh ini.”
Di sisi lain, akun @ndikamahrendra mempertanyakan mengenai angka DBH Rp15 triliun yang disebut dalam unggahan tersebut.
“Aku kira DBH 15T itu DBH semua provinsi. Ternyata hanya punya jakarta aja ya, om?”
Akun @samdafishback juga memberikan tanggapan mengenai perhatian terhadap tunjangan kinerja aparatur sipil negara atau tukin.
“Terimakasih sudah memperhatikan ASN yg sudah 10 th gak ada perubahan Tukin pak.”
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan beragam tanggapan publik terhadap unggahan yang membahas Pramono Anung dan Rano Karno, mulai dari apresiasi terhadap pengelolaan anggaran hingga pertanyaan mengenai DBH dan kebijakan bagi ASN.
Adapun seluruh pernyataan mengenai kinerja dan kebijakan tersebut merupakan isi unggahan serta respons pengguna Threads yang dikutip dalam konteks percakapan di media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads