Repelita Jakarta - Kapal selam mini kelas Ghadir milik Iran berhasil melumpuhkan sebuah kapal nuklir Amerika Serikat di Selat Hormuz menggunakan torpedo superkavitasi Hoot yang melaju hingga 360 kilometer per jam.
Peristiwa ini terjadi di perairan dangkal Selat Hormuz di mana kapal selam raksasa AS tidak dapat bermanuver dengan bebas.
ADVERTISEMENT
Kapal selam Ghadir yang hanya berbobot 120 ton ini dirancang khusus untuk beroperasi di kedalaman 30 meter, tepat di jalur pelayaran utama.
Dari posisinya yang bersembunyi di dasar laut, Ghadir meluncurkan torpedo Hoot dari jarak 6 hingga 10 kilometer.
Torpedo Hoot bekerja dengan menciptakan gelembung udara di sekeliling tubuhnya untuk mengurangi gesekan air, membuatnya bergerak tiga kali lebih cepat dari torpedo biasa.
Dalam hitungan detik, torpedo ini menghantam lambung kapal nuklir AS hingga menyebabkan kerusakan parah pada sistem propulsi dan kelistrikan.
Kapal nuklir AS yang lumpuh tersebut kemudian ditarik keluar dari Selat Hormuz menuju pangkalan militer Amerika di Bahrain.
Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, membenarkan bahwa armada Ghadir telah berhasil menjalankan misi pertahanan di perairan strategis Hormuz.
Keberhasilan Ghadir melumpuhkan kapal nuklir AS ini menandai pertama kalinya dalam sejarah konflik maritim modern sebuah kapal selam mini berhasil menonaktifkan kapal perang raksasa bertenaga nuklir di perairan dangkal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok