Berita, Viral Sosmed

Presiden Gaya Pidato di Luar Batas? Pantaskah Seorang Kepala Negara Bilang Goblok ke Pakar?!

Repelita.id

21 September 2026 19:25 WIB

Presiden Gaya Pidato di Luar Batas? Pantaskah Seorang Kepala Negara Bilang Goblok ke Pakar?!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah kritik tajam mengenai etika kepemimpinan mencuat ke publik melalui sebuah tayangan video singkat yang dirilis oleh kanal YouTube resmi esensipolitikaID tepat pada hari Senin, 21 September 2026.

Melalui unggahan digital tersebut, seorang narator yang bertindak sebagai pembicara mengkritik keras performa retorika di atas podium yang dinilai tidak mencerminkan kewibawaan seorang pemimpin tertinggi negara.

ADVERTISEMENT

Fokus sorotan tertuju pada tanggapan emosional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang melayangkan diksi bernada sarkasme terhadap pandangan akademis para pengamat.

Dalam rekaman tersebut, pembicara mengutip pernyataan orisinal narasumber secara utuh yang berbunyi, "terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar saking pintarnya saking pintarnya jadi goblok gimana keren kan enggaklah itu bukan bahasa seorang kepala negara".

Cara penyampaian instruksi publik tersebut dinilai oleh pembicara masih sangat kental dengan atmosfer persaingan politik praktis dan belum beranjak ke level kenegarawanan formal.

Kekecewaan publik diwakili oleh pernyataan langsung dari sang narator video yang menegaskan bahwa, "Teman-teman ini sudah kesekian kalinya kita dengan Pak Prabowo pidato tapi rasanya yang ngomong kok kayak masih lagi kampanye bukan seperti seorang presiden Republik Indonesia sebagai rakyat jujur kita kecewa".

Ulasan kritis dalam video itu juga menitikberatkan bahwa setiap masukan konstruktif maupun sanggahan atas sebuah kebijakan publik idealnya dijawab secara ilmiah berdasarkan data dan argumen rasional.

Pembicara sangat menyayangkan tindakan meremehkan kaum intelektual di hadapan khalayak umum dengan menyatakan, "kritikan para ahli masukan para pengamat itu bukan untuk dijatuhkan Teman-teman dengan kata-kata kasar kalau ada kebijakan yang dikritik ya dijawablah pakai data pakai argumentasi bukan malah diledek goblok di hadapan publik".

Bagi sang narator, ucapan resmi seorang kepala negara memegang peran krusial sebagai cerminan langsung dari derajat dan kehormatan bangsa di mata pergaulan internasional.

Ia menutup ulasannya dengan melontarkan pertanyaan reflektif mengenai arah masa depan bangsa apabila pemimpinnya cenderung reaktif terhadap perbedaan argumen dengan berkata, "seorang presen itu simbol negara lisannya adalah kebijakan cerminan martabat bangsa di mata dunia kalau pemimpinnya sendiri gemar merendahkan kaul intelektual mau dibawa ke mana negara ini padahal bangsa ini butuh kolaborasi bukan pemimpin yang baperan terus ingatkan orang lain bodoh cuma gara-gara beda pandangan".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung