Repelita Jakarta - Gelombang desakan publik kian menguat meminta kepala negara segera mengambil langkah taktis untuk membenahi stabilitas nasional yang kian fluktuatif.
ADVERTISEMENT
Seruan tersebut mengemuka di dalam forum diskusi publik yang menyoroti kinerja evaluasi jajaran kabinet pemerintahan era Prabowo-Gibran pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026.
Berdasarkan publikasi rekaman visual dari kanal YouTube PRESIDEN HARUS SEGERA PERBAIKI SITUASI SEBELUM SITUASI MEMBURUK KARENA IMBAS DARI REZIM SEBELUMNYA!!, situasi tata kelola negara dinilai memerlukan perbaikan mendasar secara cepat.
Langkah solutif ini dinilai sangat krusial guna mengantisipasi kemerosotan kondisi sosial dan ekonomi nasional agar tidak terperosok ke dalam situasi yang jauh lebih memburuk ke depannya.
Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas menyatakan pendapatnya secara langsung yang berbunyi mari sama-sama kita tuntut wakil kita itu untuk berani bersuara itu intinya tuh apakah mereka mau angket atau menyatakan pendapat terserah mereka tapi mereka tidak boleh diam pada kenyataan bahwa republik ini dipimpin oleh seorang wakil presiden yang wakil presidennya ternyata tidak memenuhi syarat menjadi seorang wakil presiden kabinet gemuk ini enggak ada gunanya tapi sekarang bukan lagi gemuk sudah obesitas saya mengeluarkan lagi istilah baru kalau sudah obesitas maka kehidupan kabinet akan bergantung pada dua hal satu pola makannya yang kedua pola dietnya tapi pola diet mereka pola makan mereka just makakin membuat dia semakin gemuk dan rakyat semakin ku kurus.
Para tokoh yang hadir dalam dialog tersebut menilai bahwa rentetan hambatan administratif serta beban fiskal saat ini merupakan imbas nyata dari warisan kebijakan rezim pemerintahan sebelumnya.
Oleh karena itu, pemerintah hari ini dituntut memiliki keberanian bersikap untuk melakukan pembenahan total pada sistem hukum dan tata kelola anggaran tanpa harus tersandera oleh bayang-bayang kekuasaan masa lalu.
Tokoh agama Ustaz Eka Jaya memaparkan materi penting terkait etika penguasa serta mengeluarkan argumentasi lisan yang berbunyi jihad yang terbesar adalah berani mengatakan kebenaran pada pemerintah atau pemimpin yang zalim jadi kalau ada pemerintah pemimpin yang zalim yang tidak adil pada rakyatnya maka tampillah para pemuka agama meluruskan bukannya malah nyembah-nyembah datang ke istana bikin buku Islam ala Prabowo ini kan luar biasa.
Sementara itu, pengajar hukum pidana Muhammad Syukur Mandar mengingatkan pentingnya menegakkan keadilan dan mengembalikan hak kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat sesuai mandat murni konstitusi.
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti juga memberikan kesaksian historis mengenai dinamika politik parlemen yang berbunyi udah duduk manis jadi anggota DPR melawan akhirnya dicopot udah duduk manis menjadi anggota partai melawan ketua partai akhirnya dicopot juga jadi memang bakat alamnya itu melawan kalau ikut berkuasa ya kayak kawan kita yang baru saja masuk ya kan langsung pamer mobil lah ya kan pamer mobil barulah ya kan.
Seluruh narasumber dalam forum tersebut mendorong optimalisasi peran DPR untuk aktif menyuarakan desakan masyarakat sipil demi menyelamatkan peradaban demokrasi bangsa Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok