Repelita Teheran - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka memuji peran krusial Pakistan dalam menengahi kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat.
Pezeshkian menyebut upaya diplomasi yang dilakukan Islamabad sebagai langkah yang efektif dan bertanggung jawab untuk meredam ketegangan di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat menerima kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Asim Munir, di Teheran pada Kamis, 16 April 2026, malam waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Asim Munir dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.
Pakistan dinilai telah menjadi fasilitator yang mumpuni dengan menyediakan ruang perundingan bagi delegasi Iran dan AS hingga akhirnya berhasil mencapai titik temu.
Pezeshkian menegaskan bahwa komitmen utama Iran tetap pada perdamaian dan stabilitas kawasan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Namun ia juga menekankan bahwa segala langkah yang diambil Iran harus selalu berada dalam kerangka hukum internasional yang berlaku.
Republik Islam Iran mengupayakan perdamaian dan stabilitas abadi serta menekankan realisasi hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum internasional, ujar Pezeshkian.
Menanggapi ketegangan militer yang sempat memuncak beberapa waktu lalu, Pezeshkian memberikan klarifikasi penting terkait serangan balasan Iran.
Ia menjelaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk merupakan bentuk pembelaan diri yang sah secara hukum.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas tindakan militer AS dan Israel yang sebelumnya menargetkan wilayah Teheran.
Lebih lanjut, Presiden Iran menyoroti beberapa poin penting yang menurutnya akan menentukan masa depan kawasan Timur Tengah.
Ia menuding rezim Zionis atau Israel sebagai dalang utama di balik perpecahan yang terjadi antarnegara-negara Islam selama ini.
Pezeshkian mendesak seluruh umat Muslim untuk bersatu agar tanah-tanah Islam tidak terus dieksploitasi oleh kepentingan asing.
Ia memperingatkan bahwa perang terbuka tidak akan menguntungkan pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat, dan hanya akan merusak stabilitas ekonomi dunia.
Kunjungan tingkat tinggi militer Pakistan ke Teheran ini memperkuat posisi Islamabad sebagai mediator penting di kawasan Asia Barat.
Dengan dimulainya masa gencatan senjata ini, Iran berharap dapat mengembangkan hubungan yang lebih erat dan bersaudara dengan negara-negara tetangga.
Tujuannya adalah mencegah pecahnya konflik yang lebih besar di masa depan yang bisa melibatkan banyak pihak secara bersamaan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok