Berita, Nasional

PSI Tegaskan Pernyataan Budi Arie Soal Percepatan Politik Tidak Mewakili Arahan Jokowi

Repelita.id

31 August 2026 16:48 WIB

PSI Tegaskan Pernyataan Budi Arie Soal Percepatan Politik Tidak Mewakili Arahan Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Petinggi Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia secara tegas membantah berbagai spekulasi publik yang mengaitkan pernyataan kontroversial Ketua Umum Relawan Pro Jokowi Budi Arie Setiadi dengan arahan politik mantan presiden.

Klarifikasi tersebut disampaikan guna meredam kebingungan masyarakat luas menyusul munculnya wacana mengenai potensi percepatan transisi kekuasaan yang sempat dilontarkan oleh tokoh relawan pendukung kepemimpinan terdahulu.

ADVERTISEMENT

Politisi teras partai berlambang mawar tersebut memastikan bahwa seluruh kader partainya masih memegang teguh instruksi resmi untuk memberikan pengawalan penuh terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.

Komitmen kuat dalam mengamankan jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan nasional yang sah ditegaskan melalui kutipan pernyataan resmi dari narasumber partai politik tersebut.

Petinggi partai tersebut menyampaikan pandangannya melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Ya, tadi kan sudah saya sampaikan bahwa itu tidak mewakili sama sekali dari apa yang menjadi keinginan Pak Jokowi ke depan.

Arahan langsung yang diterima para kader dari tokoh sentral tersebut dipastikan tidak pernah bergeser dari misi awal memenangkan serta mengamankan stabilitas kabinet petahana hingga tuntas.

Penegasan mengenai instruksi pengawalan jangka panjang diperkuat kembali melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Bahwa sampai saat ini pun kami dari PSI ini instruksinya masih jelas bahwa Prabowo-Gibran, kawal Prabowo-Gibran bahkan sampai dua periode.

Pihaknya menyayangkan adanya penyebaran potongan video wawancara di ruang digital yang dinilai sengaja dipelintir oleh pihak tertentu demi menciptakan kegaduhan politik di tengah masyarakat.

Pernyataan miring yang tidak sejalan dengan garis instruksi pusat tersebut dinilai sebagai bentuk kekhilafan lisan dari pihak yang bersangkutan tanpa ada kaitannya dengan kepentingan politik mantan kepala negara.

Kritik tajam terhadap munculnya narasi liar di ruang publik tersebut diungkapkan lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Jadi bila mana ada hal yang seperti itu berseberangan dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kepada kami, kami menganggap bahwa itu ya bisa saja itu kesalahan omong atau ngomong tidak pada tempatnya.

Potensi timbulnya kesalahpahaman di tengah masyarakat akibat manuver segelintir elite politik tersebut ditekankan kembali melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Sehingga itu menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, di mana Pak Jokowi perintahkan kita untuk kawal Prabowo-Gibran dua periode.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pihak yang gemar melontarkan pernyataan spekulatif di hadapan publik memiliki sikap kesatria untuk bertanggung jawab secara mandiri tanpa mencatut nama besar tokoh lain.

Saran agar para elite politik bersikap lebih dewasa dalam berargumen ditegaskan lewat kutipan kalimat penutup yang berbunyi, Kan itu lebih elegan dan dia harus bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkannya sendiri ke hadapan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (3)

D
Dulkapi 01/09/2026

Satu periode aja gantian

D
Dulkapi 01/09/2026

Satu periode aja gantian

D
Dulkapi 01/09/2026

Satu periode aja gantian

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung