Berita, Nasional

Puan Maharani Soroti Harga Plastik Naik, Ajak Warga Beralih ke Kemasan Daun dan Ramah Lingkungan

Repelita.id

17 April 2026 23:33 WIB

Puan Maharani Soroti Harga Plastik Naik, Ajak Warga Beralih ke Kemasan Daun dan Ramah Lingkungan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani turut berkomentar tentang peningkatan harga plastik imbas konflik di kawasan Timur Tengah, dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kemasan dari bahan organik dan ramah lingkungan.

“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata Puan dikutip dari laman DPR pada Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Puan, peningkatan harga plastik memang sangat berdampak bagi masyarakat luas, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pada saat ini, harga plastik yang kerap menjadi kemasan utama produk makanan dan minuman sudah mengalami kenaikan sebesar 30 hingga 80 persen.

“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil yang selama ini bekerja dengan keuntungan terbatas semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” kata dia.

Beberapa opsi yang bisa dipilih oleh masyarakat, kata Puan, adalah penggunaan kemasan dari daun pisang atau daun jati yang masih banyak ditemukan di sejumlah daerah.

Ia pun merujuk pada sejumlah pedagang kecil yang sudah menggunakan kemasan organik tersebut seperti untuk nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek.

Bahkan, kata Puan, penggunaan daun sebagai kemasan juga dapat menambah aroma khas pada produk makanan tertentu, yang kerap menjadi nilai tambah tersendiri bagi produk yang dijual.

“Dari segi keunikannya yang buat beberapa kalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik untuk membeli,” ujar Puan menjelaskan.

Selain itu, menurut dia, penggunaan kemasan dari bahan organik dapat membantu agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam hal pengelolaan limbah untuk mendukung kelestarian bumi.

Berdasarkan laporan United Nations Environment Programme (UNEP), besaran sampah plastik yang setara dengan 2.000 truk sampah dibuang ke laut, sungai, dan danau setiap harinya.

Bahkan secara global, sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik disebut mencemari ekosistem perairan setiap tahunnya, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan.

“Jadi semangat kita di sini adalah, selagi harga plastik sedang tinggi harganya, kita bisa mencari alternatif penggunaan kemasan lain, yang sekaligus mengurangi sampah plastik,” ujar Puan Maharani.

DPR, kata dia, juga mendorong pemerintah untuk mendukung peralihan penggunaan kemasan dari plastik menjadi kemasan organik melalui berbagai kebijakan yang berpihak.

Menurut Puan, kementerian dan lembaga terkait bisa menyiapkan sistem dan regulasi yang dapat menopang peralihan tersebut secara bertahap namun terukur.

“Pada dasarnya masyarakat akan menyesuaikan kebiasaan yang ada. Apabila sistemnya mendukung, saya yakin bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai,” ucap Puan optimistis.

“Pemerintah perlu memberikan support dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi para pelaku usaha dan konsumen. Kami di DPR akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangan dewan,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung