Berita, Nasional

Puluhan Guru Besar dan Intelektual Kecam Keras Segala Bentuk Intimidasi serta Penggembosan Gerakan Mahasiswa

Repelita.id

27 June 2026 20:21 WIB

Puluhan Guru Besar dan Intelektual Kecam Keras Segala Bentuk Intimidasi serta Penggembosan Gerakan Mahasiswa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sejumlah tokoh akademisi, aktivis, serta intelektual lintas perguruan tinggi menyuarakan keresahan mendalam terkait tekanan yang kini menimpa gerakan mahasiswa.

Upaya pelemahan dan kooptasi terhadap suara-suara kritis dinilai sebagai bentuk ancaman serius bagi keberlangsungan demokrasi serta kebebasan sipil di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Sabtu (27/6) sebagai bentuk dukungan terhadap peran mahasiswa sebagai pilar penting perjuangan bangsa.

Para sejarawan yang memandang siswa tetap menjadi agen perubahan penting dalam berbagai isu nasional, mulai dari ketimpangan hingga kerusakan lingkungan, terus diabaikan.

Kami mengecam keras segala bentuk penggembosan dan intimidasi terhadap siswa.

Kebebasan berekspresi dan berorganisasi adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi, tegas kelompok tersebut dalam pernyataan resminya.

Kelompok yang menamakan diri sebagai Kaum Guru Besar dan Intelektual ini mendesak pemerintah serta pihak kampus agar segera menghentikan segala praktik pembungkaman.

Ruang partisipasi demokratis bagi siswa diminta untuk dibuka seluas-luasnya tanpa ada ancaman atau tekanan dari pihak mana pun.

Kami juga mengingatkan bahwa peran intelektual tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga di arena publik.

Sebagai kaum terdidik, kami memiliki tanggung jawab moral untuk membela kebenaran dan keadilan.

Oleh karena itu, kami menyatakan dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa dan akan terus bersolidaritas dalam memperjuangkan cita-cita pendiri bangsa yang berlandaskan kemanusiaan dan keadilan sosial, lanjut mereka.

Pernyataan tersebut menyatakan keyakinan bahwa kejujuran dan keberanian merupakan kunci utama dalam mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan demokratis.

Dokumen pernyataan ini telah ditandatangani oleh 64 tokoh yang terdiri dari berbagai kalangan intelektual dan pegiat hak asasi manusia.

Beberapa nama yang tercantum di antaranya Anthony Budiawan, Bivitri Susanti, Feri Amsari, Usman Hamid, hingga Saiful Mujani.

Sementara itu, posisi penanggung jawab pernyataan dipegang oleh Sulistyowati Irianto, Manneke Budiman, Teddy Prasetyono, serta Usman Hamid. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung