Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengambil langkah mengejutkan dengan mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya selaku Menteri Keuangan pada hari Senin tanggal 14 September 2026. Posisi strategis dalam mengelola keuangan negara tersebut kini resmi dialihkan kepada Suahasil Nazara setelah proses pergantian jabatan dilakukan oleh kepala negara.
Informasi mengenai dinamika politik dan perombakan kabinet ini ditayangkan secara luas melalui sebuah unggahan video dari kanal YouTube RESLAMIKA. Berdasarkan tayangan gambar utama dengan judul "ADA APA?? DITENGAH RAPAT PURBAYA TIBA TIBA DIPECAT", momen pencopotan tersebut terjadi secara dramatis saat jalannya sebuah pertemuan resmi.
ADVERTISEMENT
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan terpaksa harus keluar dari ruangan secara tiba-tiba di tengah jalannya rapat di Gedung DPD RI setelah menerima panggilan telepon langsung dari pihak Istana. Dirinya sempat mengutarakan rasa kecewa yang mendalam akibat kabar pemberhentian tugas yang disampaikan tanpa adanya pemberitahuan lebih awal.
Banyak pihak merasa terkejut dengan kebijakan perombakan ini lantaran Purbaya dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat berani mengambil langkah ekstrem demi mengamankan struktur APBN. Beliau tercatat pernah memangkas anggaran program makan bergizi gratis secara ketat dari yang semula senilai 330 triliun rupiah hingga menjadi di bawah 100 triliun rupiah.
Selain itu dirinya juga sempat melakukan mutasi massal terhadap 1.500 pejabat di internal Kementerian Keuangan serta membebaskan pajak bagi pelaku UMKM seumur hidup. Keputusan berani lain yang pernah diambilnya adalah membekukan rencana kenaikan cukai rokok hingga memberikan ancaman pembekuan pada institusi bea cukai.
Langkah pencopotan ini disinyalir kuat terjadi akibat gaya komunikasinya yang dinilai terlalu keras serta adanya gesekan di internal pemerintahan terkait urusan perpajakan. Muncul pula kabar mengenai ketegangan internal yang melibatkan nilai tagihan sekitar 128 triliun rupiah dengan lembaga keterpaduan Danantara.
Kondisi tersebut kabarnya memicu rasa jengkel dari pihak Menko hingga membuat Presiden Prabowo langsung mengambil tindakan resesel usai kembali dari kunjungan kerjanya di India. Peristiwa ini langsung memicu gelombang sorotan dari berbagai elemen masyarakat termasuk pemuka agama terkemuka.
Di sisi lain tokoh agama Habib Rizieq Shihab turut memberikan pandangan kritis dan nasihat mendalam bagi keberlangsungan roda pemerintahan di bawah kendali Presiden Prabowo. Beliau mengingatkan tentang pentingnya menempatkan jajaran pejabat negara sesuai dengan kompetensi dan keahlian utama yang mereka miliki.
Dalam tausiyahnya beliau mengutip sebuah hadis yang mengingatkan jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran. Beliau meminta kepala negara untuk tidak membagikan kedudukan atau jabatan penting kepada pihak yang tidak memiliki kemampuan mumpuni seperti buzzer atau pembuat gaduh.
Tokoh agama ini juga memberikan kritik tajam terkait kondisi beberapa badan usaha milik negara yang dinilai mengalami kerugian akibat salah pengelolaan selama beberapa tahun ke belakang. Menurutnya Indonesia memiliki banyak sekali orang pintar dan orang baik yang mampu bekerja secara benar untuk membangun kesejahteraan bangsa.
Habib Rizieq Shihab menyarankan agar jajaran menteri fokus memberikan kemudahan fasilitas hidup bagi masyarakat luas dalam hal sandang, pangan, papan, pendidikan, serta pelayanan kesehatan. Langkah dialog bersama para ulama yang istiqamah juga diharapkan bisa segera dilakukan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok