Berita, Nasional

Purbaya Lepas Jabatan, "Alhamdulillah Selamat Gue" Utang Whoosh Rp79,45 Triliun Kini Jadi Beban Suahasil Nazara

Repelita.id

15 September 2026 16:50 WIB

Purbaya Lepas Jabatan, "Alhamdulillah Selamat Gue" Utang Whoosh Rp79,45 Triliun Kini Jadi Beban Suahasil Nazara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Beban penanganan finansial proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh resmi beralih menjadi tanggung jawab Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara setelah Purbaya Yudhi Sadewa melepas jabatannya.

Sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sosok kunci yang aktif menggodok berbagai opsi demi mengatasi tanggungan pinjaman PT Kereta Cepat Indonesia China.

ADVERTISEMENT

Nilai kewajiban utang atas pembangunan sarana transportasi modern tersebut diketahui menembus angka sekitar 4,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp79,45 triliun kepada pihak China Development Bank.

Begitu resmi meletakkan kursi kepemimpinan di bendahara negara, Purbaya Yudhi Sadewa merespons persoalan tersebut dengan nada bercanda serta menyebut dirinya kini terbebas dari tanggung jawab kebijakan utang itu.

Pernyataan santai tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa usai merampungkan prosesi serah terima jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026.

"Kan gue bukan menteri keuangannya, alhamdulillah selamat gue," kata Purbaya seusai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Sebelum menyelesaikan masa bakrinya di Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sebenarnya telah merancang beberapa alternatif jalan keluar untuk menuntaskan masalah tagihan Whoosh.

Salah satu opsi skema penanganan yang sempat dipersiapkan yakni mengikutsertakan jajaran Special Mission Vehicle di bawah naungan pemerintah.

Langkah strategis tersebut melibatkan peran PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI bersama PT Indonesia Infrastructure Finance guna menyokong penyelesaian kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat.

Bahkan hingga momen penutupan tugasnya sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sempat menargetkan peralihan kepemilikan saham BUMN di KCIC dari Danantara menuju Kementerian Keuangan dapat terealisasi.

Kendati demikian seluruh kendali penetapan arah kebijakan mengenai kelanjutan skema beban Whoosh kini sepenuhnya berpindah seiring bergantinya kepemimpinan lembaga kepada Suahasil Nazara.

Terkait dengan jangka waktu pelunasan kewajiban yang terbilang sangat panjang, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kelakar bernada gurauan yang mengaitkan hal itu dengan faktor usianya.

"Umur saya enggak sampai 80 tahu, 10 tahun lagi sudah syukur kalau bisa. Ya kita doa saja," ucapnya.

Adanya rotasi kepemimpinan di tubuh Kementerian Keuangan menjadikan tugas penuntasan utang mega proyek Whoosh sebagai deretan agenda utama yang harus diselesaikan oleh Suahasil Nazara.

Suahasil Nazara yang sebelumnya mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Keuangan kini diberikan kepercayaan penuh oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Keuangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung