Repelita Doha - Kabar duka mendalam menyelimuti pimpinan tinggi Hamas setelah putra keempat dari Khalil Al-Hayya dikabarkan gugur dalam perjuangan membela tanah air Palestina pada tanggal 7 Mei 2026.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan perhatian khusus dengan menghubungi langsung Dr. Khalil Al-Hayya guna menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Azzam al-Hayya dalam sebuah percakapan telepon yang penuh haru.
ADVERTISEMENT
Dukungan moril tersebut disampaikan bertepatan dengan kunjungan diplomatik Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, ke Doha, Qatar, untuk mempererat hubungan dengan para pemimpin perjuangan Palestina di wilayah tersebut.
Pihak kepresidenan Turki menegaskan bahwa solidaritas mereka tidak akan pernah surut bagi keluarga Al-Hayya serta seluruh rakyat Palestina yang terus berjuang di bawah tekanan militer zionis yang sangat kejam.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan pun menyempatkan diri mendatangi kantor Dr. Al-Hayya di Doha untuk memuji keteguhan hati serta pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan oleh keluarga pimpinan Hamas tersebut di tengah gempuran konflik.
Merespons simpati tersebut, Ketua Hamas di Gaza mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Turki sembari menegaskan bahwa tindakan musuh justru semakin memperkuat perlawanan rakyat untuk merebut kembali hak-hak mereka yang dirampas.
Tragedi ini menambah panjang daftar duka keluarga Al-Hayya, mengingat Azzam merupakan putra keempat yang gugur mengikuti jejak saudara-saudaranya dalam kurun waktu yang berbeda akibat serangan militer Israel.
Sebelumnya, Hamzah al-Hayya telah lebih dulu syahid pada tahun 2008, disusul oleh Usamah al-Hayya pada tahun 2014 yang tewas bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil akibat pemboman rumah tinggal mereka.
Pada bulan September 2025 yang lalu, saudara kembar Azzam yang bernama Humam al-Hayya juga dilaporkan gugur bersama rekan kantornya setelah kompleks perumahan mereka di Doha menjadi sasaran serangan udara yang mematikan.
Pengorbanan besar ini menjadi simbol ketahanan rakyat Palestina yang terus bertahan meskipun harus kehilangan anggota keluarga tercinta demi mempertahankan prinsip dan kemerdekaan tanah air mereka dari penjajahan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok