Berita, Nasional

Rahmat Saleh Desak Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi Menyejukkan Buntut Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda

Repelita.id

02 November 2026 22:54 WIB

Rahmat Saleh Desak Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi Menyejukkan Buntut Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera yang bernama Rahmat Saleh mengutarakan pandangannya mengenai langkah lanjutan yang semestinya diambil oleh Raffi Ahmad setelah bergulirnya polemik acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, figur publik tersebut tidak cukup hanya menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak luas terkait agenda yang diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026 itu.

Rahmat Saleh menilai pesohor yang kini mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tersebut perlu memberikan sebuah pernyataan klarifikasi yang gamblang guna menenangkan suasana.

Apalagi kondisi psikologis masyarakat saat ini sedang diselimuti berbagai macam kekhawatiran akibat persoalan kelestarian lingkungan hidup serta tekanan situasi ekonomi nasional.

"Oleh karena itu, para pejabat maupun figur publik didesak untuk menurunkan ego dan tidak ragu meminta maaf jika melakukan tindakan yang memicu kontroversi," ujar Rahmat saat berbincang dengan Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 1 November 2026.

Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menganggap ungkapan penyesalan merupakan sebuah pondasi awal yang baik dalam meredam ketegangan politik.

Terlebih di tengah situasi pelik ketika warga sedang berhadapan dengan musibah kebakaran hutan dan lahan serta problematika pemenuhan kebutuhan logistik harian.

"Ya, pada saat seperti ini yang bisa dilakukan adalah minta maaf ya. Karena dalam kondisi perasaan masyarakat yang masih punya kekhawatiran dengan karhutla, kemudian kekhawatiran terkait dengan masalah ekonomi," ucapnya.

Kendati demikian, dirinya memberikan catatan penting mengenai pentingnya penerapan pendekatan persuasif yang merangkul agar polemik tersebut tidak bergulir semakin liar ke ranah digital.

Lompatan teknologi komunikasi di era modern membuat setiap cuplikan video kehadiran seorang tokoh negara dalam sebuah acara formal dapat dengan mudah tersebar luas ke ruang publik.

"Apalagi sekarang dengan era digital, sangat cepat sekali berita-berita atau kutipan-kutipan pernyataan atau video-video kehadiran pada event tertentu itu sangat cepat menyebar," tuturnya.

Oleh karena itu, wakil rakyat tersebut menyarankan agar ungkapan permohonan maaf itu disisipi dengan narasi penjelasan yang menyejukkan hati serta mampu mengurai pokok permasalahan secara transparan.

"Ya selain minta maaf, tentu berikan klarifikasi yang bisa menyejukkan masyarakat gitu ya," demikian Rahmat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung