Repelita [Jakarta] - Pergerakan yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dinilai tetap konsisten menjadi cermin murni dari harapan serta fakta sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh pergerakan mahasiswa 1998 Rama Pratama dalam sebuah pembahasan bersama Hendri Satrio.
ADVERTISEMENT
Ia menilai bahwa dinamika yang dimotori oleh para pemuda di kampus merupakan wujud kepedulian yang lahir tanpa dorongan kepentingan tertentu.
"Dunia kampus adalah wadah paling objektif untuk menguji setiap kebijakan publik," ujar Rama.
Menurutnya setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pembuat keputusan harus siap menghadapi evaluasi kritis dari mahasiswa.
Ia juga menambahkan bahwa para pejabat tidak perlu menunjukkan sikap reaktif atau kekhawatiran yang berlebihan.
Respons yang tidak tepat dari otoritas justru berpotensi memicu gelombang protes yang jauh lebih luas.
Oleh karena itu pemerintah disarankan untuk mengedepankan pendekatan yang lebih simpatik serta terukur.
Penanganan aksi demonstrasi yang melibatkan tindakan intimidasi maupun kekerasan fisik dinilai sudah tidak relevan.
Langkah-langkah penekanan seperti itu justru hanya akan memperkeruh suasana dan membesar-besarkan masalah.
Rama menggarisbawahi bahwa tuntutan yang diusung oleh kelompok mahasiswa selalu berpijak pada data serta hasil kajian ilmiah.
Struktur organisasi kemahasiswaan saat ini telah dilengkapi oleh divisi riset serta pengorganisasian aksi yang matang.
"Mereka bekerja berbasis riset dan kajian strategis sebelum menyuarakan tuntutan di lapangan," tuturnya.
Proses akademis tersebut menjadi bukti bahwa setiap aspirasi yang disampaikan memiliki landasan pemikiran yang kuat.
Pemerintah diimbau untuk segera memberikan jawaban transparan atas berbagai poin yang menjadi sorotan publik.
Evaluasi secara menyeluruh terhadap program-program yang menuai sorotan masyarakat perlu segera dilakukan demi kebaikan bersama.
Aksi massa yang terjadi di berbagai lokasi juga diharapkan tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi masuknya pihak asing.
Pengawasan ketat antar sesama peserta demonstrasi menjadi kunci agar fokus perjuangan tidak terpecah oleh provokasi.
Keberadaan gerakan mahasiswa dipandang sebagai pilar penting yang menjaga keseimbangan jalannya demokrasi di tanah air.
Semangat kritis dari generasi muda ini diharapkan terus hidup demi mengawal perbaikan kebijakan publik secara berkelanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok