Repelita Jakarta - Jagat maya kembali dihebohkan oleh kemunculan figur anak indigo bernama Claudia Indah Uli yang membeberkan berbagai prediksi mengejutkan seputar tahun 2026.
Penerawangan masa depan tersebut disampaikan melalui sebuah tayangan platform digital kanal YouTube Ganjil Misteri yang dipublikasikan pada tanggal 8 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
Di dalam rekaman video berdurasi cukup panjang itu, ia mengklaim bahwa tahun ini akan dipenuhi serangkaian peristiwa bencana alam yang bakal mengubah tatanan kehidupan.
Pulau Sumatera disebutnya kembali menduduki urutan teratas wilayah paling rawan menghadapi terjangan banjir bandang serta longsor berskala masif dibanding periode sebelumnya.
Tidak hanya itu, sejumlah wilayah di Jawa Barat juga diprediksi bakal menghadapi ujian berat akibat berbagai kendala alam maupun dinamika lingkungan yang pelik.
Ancaman terbesar yang menjadi sorotan utamanya berkaitan dengan aktivitas vulkanik sejumlah gunung api aktif di Banten, Jawa Tengah, hingga wilayah Jawa Timur.
Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda diklaim bakal mengalami letusan sangat dahsyat, disusul potensi erupsi dari Gunung Merapi serta Gunung Semeru.
Potensi bencana tektonik berupa gempa bumi berkekuatan raksasa turut mewarnai penglihatannya tatkala ia menyinggung kengerian situasi lautan selepas triwulan pertama tahun ini.
Ancaman kesehatan masyarakat juga tidak luput dari penerawangannya tatkala ia mewanti-wanti kemunculan galeri virus baru yang menyerang organ pernapasan manusia.
Penyakit menular tersebut bahkan digambarkan memiliki tingkat bahaya yang jauh melampaui skala pandemi global yang pernah melanda dunia pada masa lalu.
Potensi kecelakaan sektor transportasi darat, laut, hingga jatuhnya armada pesawat terbang turut disertakan dalam daftar ramalan yang menyedot perhatian netizen tersebut.
Kendati deretan ramalan mistis semacam ini kerap memancing tingginya jumlah penonton di dunia maya, kalangan ilmuwan menegaskan agar publik tidak mudah percaya.
Lembaga resmi pemerintah seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Geologi senantiasa mengandalkan data observasi ilmiah ketimbang terkaan spiritual.
Masyarakat luas diimbau agar menyikapi berbagai informasi prediksi bencana tersebut secara bijak dengan memperkuat mitigasi darurat serta memantau kanal informasi resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok