Berita, Ekonomi

Ramalan Faisal Basri Terbukti, Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan Krisis Politik 2026 Kini Menghantui Indonesia

Repelita.id

05 June 2026 22:42 WIB

Ramalan Faisal Basri Terbukti, Rupiah Tembus Rp18 Ribu dan Krisis Politik 2026 Kini Menghantui Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ramalan mendiang ekonom senior Faisal Basri mengenai pelemahan mata uang Rupiah kini terbukti nyata seiring menyentuhnya angka psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Prediksi ini sebenarnya telah disampaikan jauh hari, tepatnya saat ia berbicara dalam diskusi di Komunitas Utan Kayu pada Mei 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

Faisal kala itu menekankan bahwa jika kurs menyentuh level Rp18.000 hingga Rp19.000, pemerintah akan kehilangan kendali atas stabilitas ekonomi nasional.

"Jadi kalau udah Rp18.000, Rp19.000, kacau semua, udah nggak bisa lagi terkendali. Subsidi nggak bisa lagi dari APBN, karena dari mana lagi nggak ada kan, habis buat yang lain-lain," ungkapnya dalam video yang kembali viral.

Lebih jauh, ia memperingatkan adanya risiko krisis yang dipicu oleh perpaduan antara gejolak ekonomi dan ketegangan politik antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

"Nah pada saat yang bersamaan, terjadi konflik politik. Saya rasa sebentar lagi Prabowo akan meninggalkan Jokowi, Jokowinya kecewa, macam-macam, mulai tensions gitu gitu," jelas Faisal saat itu.

Menurut pengamatannya, penyatuan antara krisis ekonomi dan dinamika politik yang tidak stabil menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan negara.

"Nah kalau politik dan ekonominya nyatu, itulah krisis itu terjadi. Itu yang saya perkirakan paling lama 2026," tegasnya kala itu.

Situasi ekonomi nasional saat ini memang sedang berada dalam tekanan berat, di mana pelemahan Rupiah terjadi bersamaan dengan penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG tercatat anjlok sebesar 101,28 poin atau 1,70 persen ke posisi 5.839,785 di tengah sentimen pasar yang terus memburuk. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung